Kamis, 08 April 2010

Pacar Semalam

Oleh Ainy Rosyidah.

Sekarang aku baru menyadari,bahwa semua temanku menjahui diriku. Tak pernah terlintas di pikiranku bahwa karena dia aku bisa seperti ini. Semua telah terjadi dan aku pun hanya bisa termenung meratapi semua ini. Mengapa Tuhan Kau beri aku cinta seperti ini, aku bingung harus pilih yang mana, dia atau mereka. Mungkin semua tak akan seperti dulu meskipun aku memilih diantara mereka.Jika aku pilih dia mungkin persahabatan ku akan hancur, tapi jika aku pilih mereka hatiku yang akan hancur. Semua karena dia.

* * *

Ya Aku masih ingat ketika pertama kali bertemu dengan Aqil waktu itu...

Di terminal bis jurusan Nggaron-Purwodadi aku menunggu bis disebuah warung kecil pinggir jalan. Tiba-tiba seorang laki-laki menghmpiriku.

“Azkum mbak…?”Sapanya padaku,suara ini sudah tidak asing di telingaku.

“Rian…?”Teriak ku tak percaya.

“Eh Nifa gi apa disini…?”

“Lagi nunggu bis,lha kamu ngapain disini…”Tanyaku.

“Aku juga lagi nunggu bis,kamu disini sendirian…?”

“Iya,soalnya semua teman kost ku hari ini tidak ada yang pulang,jadi sendirian donk…!”

“Oh…sebentar ya,aku mau manggil temanku dulu.”Rian keluar dari warung.

Setelah beberapa menit kemudian Rian kembali dengan menggandeng seorang temannya.Sepertinya aku kenal orang ini,tapi siapa ya…?Oh iya aku lupa kalau tidak salah dia Aqil.Cowok paling manis sekampus ku.

“Kenal Aqil gak Nif…?”

Tiba-tiba Rian duduk di sampingku dan Aqil duduk di depanku.

“Aku sih sudah tau namanya,tapi belum terlalu kenal orangnya,” kataku malu.

“Ya kalian kenalan saja dulu,nih ayank ku telfon.”

Rian keluar dari warung,aku hanya terdiam. Dan akhirnya Aqil memberanikan diri berkenalan denganku.

“Mbak anak Gubug ya…?” tanya Aqil.

“Iya,lha kamu anak mana ?”

“Saya anak Purwodadi mbak.”

“Jangan panggil mbak lah…?”Aku tersipu malu.

“Lalu panggil apa…?”

“Kamu tau nama ku tidak to…?”

“Tidak tau,memang nama mbak siapa…?”

“Nama ku Nifa Arinal Khaq,panggil sajaNifa.”

“Oh…kamu Nifa anak kost sebelah…?”

“Iya,kok kamu tahu kalau aku anak kost sebelah?Padahal kamu saja tidak tau nama ku…?”

“Sebenernya saya sudah tahu siapa mbak,saya cuma bercanda.”

“Oh…?”Kami langsung terdiam lagi. Aku ingin lebih mengenalnya tapi aku malu untuk bertanya.Tapi akhirnya aku memberanikan diri.

“Kamu teman sejurusan sama Lisa anak Purwodadi ya…?”

“Iya mbak,memangnya mbak sekamar dengan Lisa…?”

“Iya bahkan dia sahabat sejatiku.”

Kulihat Rian sudah selesai menelfon,dan dia masuk kembali ke warung.

“Eh…ayo pulang busnya sudah datang…!”

“Ya udah mbak, ayo kita berangkat,” kata Aqil.

“Oh, iya!”

Di perjalanan aku hanya terdiam,kulirik Rian dia tertidur di pundak Aqil.Tak berapa lama bis berhenti di terminal Gubug.Kami turun dari bis,langsung mencari musholla untuk menunaikan sholat Dhuhur.

Ketika aku selesai sholat,aku mencari warung untuk makan.Tiba-tiba dari belakang Aqil mengejarku.

“Mbak tunggu…” teriaknya, kuhentikan langkahku.

“Ada apa Qil…?” tanyaku.

“Mbak mau makan ya,kok tidak mengajak kami…”

“Kukira kamu mau langsung pulang ke Purwodadi…?”

“Tidak kok mbak, saya mau main dirumah neneke Rian di Saban.”

“Oh…lha Rian mana, katanya mau makan bareng…?”

“Dia nanti nyusul,katanya dia mau bermunajat.”

“Oh ya sudah,em…mau cari warung dimana…?”

“Bagaimana kalau di warung itu,kayaknya disitu enak.”Aqil menunjuk sebuah warung agak dekat dengan jalan raya.

“Terserah kamu lah…?”

Kami berjalan bersama,setelah sampai di warung kami mencari tempat yang enak. Setelah itu kami memesan makanan.

“Katanya Rian mau nyusul,tapi kok belum nongol juga batang hidung nya.”Tanya ku.

“Aku tidak tahu, tadi katanya mau nyusul kesini.”

Tiba-tiba hp ku berbunyi,kulihat di layar tertulis RIAN lalu ku angkat.

“Ada apa Yan kamu cepat kesini ya…?”

“Sorry ya Nif,aku sudah ada di dalam bus,tadi mendadak ibu’ ku menelfon,aku disuruh pulang secepatnya.” Tut….tut….tut….

“Siapa Nif…”Tanya Aqil.

“Rian,katanya dia sudah ada di perjalanan mau pulang ke Purwodadi.”

“Apa…?aku di tinggal donk.”

“Ya mana ku tahu.”

Kamipun mempercepat makan kita,setelah selesai kami langsung mencari bis jurusan Purwodadi.

* * *

Sehari telah kulalui bersamanya,waktu itu dia minta nomor hp ku,kami sering telfon-telfonan.Aku senang bisa berteman dengannya.

Hari ini aku sudah pulang ke kost,aku menyempatkan mampir di kost nya kakak ku.Tapi ketika sampai didepan kamar kakak ku,seorang mahasiswa memberitahukan bahwa kakak ku sudah tidak tinggal di situ,tapi sekarang pindah di kost Pak Marno.

Aku berjalan menuju kost-kostan Pak Marno,kulihat Aqil keluar dari kamar.

“Eh Nif…ngapain di sini?”

“Aku mau menemui kakak ku,dia pindah di sini kan…?”

“Iya,baru tadi siang kok,sebentar ya tak panggil dulu .”

“Makasih ya…”

Dia masuk kembali ke kamar,tak berapa lama kemudian dia keluar.

“Kayaknya kakak mu sedang keluar.”

“Oh ya udah aku tak pulang dulu ya…?”

Aku langsung berjalan meninggalkan kost Pak Marno.Tapi kenapa Aqil tidak menghentikanku…?Tanyaku dalam hati.Jika dia memanggilku berarti dia suka sama aku,tapi jika dia hanya diam berarti dia tak suka denganku.

“Nifa……”Panggilnya tiba-tiba.

“Apa…?”Aku membalikkan kepala.

“Tidak,tidak apa-apa.”

“Hore…!!!”Aku melunjak-lunjak kegirangan.Oh Tuhan mungkinkah ini yang namanya kasmaran…?

* * *

Pagi ini tak ada mata kuliah jadi aku berniat pergi ke kost nya Pak Marno.Untuk memberikan uang pada kakak ku.

“Assalamu’alaikum…?”

“Waalaikum salam…”Jawab seseorang dari dalam.

Dan ternyata yang keluar Rian.

“EhRian,kakak ku ada tidak…?”

“Ada,sebentar lagi juga keluar.”

Aku terdiam sambil menunggu kakak ku keluar,ingin rasanya aku menanyakan dimana Aqil.Tapi aku malu dengan Rian,tapi akhirnya aku menanyakan.

“Eh Aqil nya ada tidak…”Tanyaku malu.

“Ngapain tanya-tanya Aqil…?”

“Em…tidak apa-apa.”Aku menundukkan kepala.

“Alah ngaku aja…kamu suka ya ama dia.”

“Ssstt…..jangan keras-keras nanti ada yang tahu.”

“Ya ya aku tahu,tapi kamu suka beneran kan…?”

Pipiku memerah menahan malu.Untung kakak ku sudah keluar,jadi aku tak perlu lama-lama di introgasi oleh Rian.

“Ada apa dik….?”Tanya kakak ku.

Kontan Rian langsung menyingkir,maklumlah mungkin Rian takut dengan kakak ku.

“Mas,ayah besok akan ke luar kota.”

“Lalu…?”

”Ini uang bulanan kakak,besok kakak tidak usah pulang.”Aku menyerahkan amplop berisi uang.

“Ya sudah,sana pulang masak mau disini…?”canda kakak ku.

“Ya kak.Assalamu’alaikum…?”

“Waalaikum salam.”Jawab kakak ku dan.Rian serempak.

Aku bergegas pergi,tapi sebuah tangan menahan langkahku.

“Nifa,nanti jam 3 ada acara apa tidak…?”Tanaya Aqil yang membuat jantungku berdetak kencang.

“Tidak ada,memang ada apa…?”

“Aku mau ngajak kamu makan siang di luar,boleh tidak…?”

“Boleh,tapi...aku boleh bawa teman tidak…?”

“Sorry ya,tidak boleh soalnya ada yang ingin aku bicarakan sama kamu.”

“Oh ya sudah,aku bisa.”

Aku langsung pergi dari situ sambil menebar senyum ceria.Sesampai di kost aku langsung menemui Lisa teman ku.

“Lis...Lis...!”Aku memanggil Lisa.Dan tak berapa lama kemudian Lisa keluar dari kamar mandi.

“Ada apa Nif,teriak-teriak...?”Tanya Lisa heran.

“Nis nanti jam 3 aku diajak cowok itu makan siang.”Aku memeluk Lisa.

“Oh ya...cowok yang kamu temui di terminal kemaren?”Tanya Lisa tak percaya sambil melepaskan pelukanku.

“Iya,siapa lagi kalau bukan dia.”

“Siapa sih namanya,aku jadi penasaran.”Tanya Lisa.

“Itu rahasia,mungkin suatu hari nanti kamu akan mengerti.”Jawabku entng.

“Ah kamu pelit Nif,masak sama teman sendiri pakai rahasia-rahasianan...?”Lisa cemberut sambil menyisir rambutnya.

“Ada deh...Sudah ah aku mau mandi dulu.”Aku bergegas mengambil handuk dan peralatan mandi lainnya.

Sesudah mandi aku langsung menunaikan Sholat Dhuhur berjama’ah dengan anak kost yang lain.

Tepat pukul jam 3 aku bergegas meninggalkan kost,menuju kostnya Aqil.Waktu aku mau mengucapkan salam Aqim malah sudah keluar.

“Eh Aqil...?”Aku tertunduk malu.

“Eh Nifa...kukira kamu menunggu di depan kostmu.”

“Tidak,aku takut semua temanku melihatku berjalan dengan mu.”

“Oh..ya sudah ayo kita berangkat.”Dia ingin menggandeng tanganku,tapi secepat mungkin tangan ku menghindar.

Sesampai di warung,kami mencari tempat makan yang enak.Tapi kulihat disitu sudah ada Rian dengan ceweknya,dan ceweknya itu adalah teman sekost ku.

“Eh Nia kamu ngapain disini denganRian...?”Tanyaku yang membuat Rian tertawa.

“Kamu belum tahu ya...pacarku itu yaNia.”Jelas Rian yang membuat aku malu.

Dan akhirnya aku duduk disampingNia,dan Aqil duduk disamping Rian.Kami memesan makanan yang sama yaitu Sate Madura yang terkenal enak,apalagi dengan sambal kacangnya yang menyimpan rasa mak nyus uh....enak.

“Eh Nifa,nanti kita pulang barenga ya...?”Kata Nia.

“Iya.”Jawabku singkat.

Aku teringat ketika Sahabatku Lisa bertengkar dengan Geng Nia.Waktu itu Lisa dicaci maki oleh Nia dan teman-teman nya,dan mungkin sampai saat ini mereka masih bertengkar.Tapi waktu itu aku belum ngekost disitu,jadi aku tidak ada sambungannya.

Setelah kami selesai makan,Aqil mengajakku keluar.Kami berbincang-bincang dan tertawa bersama.Dan akhirnya inilah masalah utama yang akan dibicarakan Aqil.

“Nifa,sebenarnya aku ingin mengungkapkan perasaan ku pada mu tapi aku malu.”Katanya jujur.

“Kalau kamu malu,mendingan tidak usah kau ucapkan .”Ceplosku.

Kukira dia tidak marah,tapi ternyata kata-kataku tadi telah membuat Aqil berlari dan...oh dasar anak kecil,dia menangis.Aku menyesal telah berkata seperti itu.

Aku kembali kewarung dan menemui Nia dan Rian.

“Ayo Nia kita pulang.”

“Lho mana Aqil Nif...?”Tanya Rian.

“Aku tidak tahu,tadi aku memarahinya,dan dia pergi.”

“Kenapa kamu memarahinya...?”Tanya Nia.

“Sudahlah kamu jangan mengurusi soal itu lagi,ayo kita pulang.”Aku menarik tangan Nia.

“Yank nanti telfon ya...”Kata Rian dan Nia.

“Ok bozz.”

Di perjalanan pulang aku hanya terdiam walaupun Nia menanyaiku berbagai hal.Sesampai di kost Lisa marah melihat ku berjalan dengan Nia.

“Nif,ngapain kamu berjalan dengan wanita itu.”Tanya Lisa ketika aku sudah ada didalam kamar.

“Tadi ketika aku dan dia sedang mencari tempat duduk,kami melihat Nia dan pacarnya.Dan ternyata pacarnya Nia itu temannya dia.”Jelasku sambil menahan air mata yang mau tumpah.

“Kamu menangis ya...?”Ternyata Lisa tau kalau aku sedang menangis.

“Tidak kok,aku tidak menangis.”Aku memalingkan wajahku.

“Nifa kamu menangis gara-gara aku ya...?Aku bukannya memarahimu,kamu boleh kok berteman denganNia.Tapi kamu jangan sampai bergaul dengan dia.”

“Aku tidak menangis gar-gara itu Lis.”

“Lalu apa...?”

Aku menangis tersedu-sedu.Lisa menghiburku tapi semua itu tidak berhasil.

“Nif kamu menangis gara-gara cowok itu ya...?”Tanya Lisa.

“Tidak kok...?”

“Alah kamu tenang saja,siapa cowok yang berani menyakiti hatimu akan ku kasih pelajaran dia.”

Tapi aku tak menjawab aku hanya menangis tersedu-sedu.

* * *

Pagi harinya aku bertanya pada Rian apakah Aqil marah denganku.Tapi Rian bilang Aqil tidak mau bicara dengan nya.Aqil hanya diam ketika di tanya.

Lalu aku bertanya pada Nia.

“Ya bagaimana kalau Aqil marah denganku...?”

“Kamu tenang saja,mungkin dia hanya ingin menyendiri.”

“Tapi aku takut jika dia tidak menyukaiku lagi.”

“Sudahlah Fa kamu tenang saja,biar Rian yang mengurus.”

Setelah itu hatiku agak lega,tapi ada satu masalah yang membuatku menjadi sedih.Lisa akhir-akhir ini menjauhiku.Ketiak ku tanaya,ternyata dia marah denganku karena...

“Lisa kenapa kamu menjauhiku akhir-akhir ni…?”Tanya ku padanya

“Mbak jika kamu suka dengannya aku tidak apa-apa…?”Tiba-tiba Lisa berkata begitu.

“Maksud kamu apa Lis,aku tidak tau…?”

“Mbak cowok itu Aqim kan…?”

“Iya lalu kenapa,oh...sorry aku belum mengatakannya padamu.”

“Bukan itu maksudku,tapi kamu....?”Nisa menahan tangis sambil berlari meninggalkan aku.Aku mengejarnya.

“Nisa….tunggu…!”Teriak ku sambil mengejarnya.

“Kamu jahat mbak...?”Katanya ketika aku dapat mengejarnya.

“Maksud kamu apa Nis,aku tidak tahu...?”

“Rosy asal kamu tahu,Nisa dari dulu mencintai Aqim.”Tiba-tiba Tia temanku menyela pembicaraan kami.

Astaghfirullahal’adhim hatiku hancur setelah mendengar perkataan Tia.Tapi kenapa Nisa tidak cerita padaku.

“Tapi kenapa kamu tidak cerita denganku Nis...?”

“Aku ingin cerita ketika kamu selesai curhat tentang cowok itu,tapi setelah kamu bercerita kamu langsung tidur dan tidak mau mendengarkanku.”

“Maafkan aku Nis,aku tidak tahu kalu kamu mencintainya.”Aku memegang tangan Nisa tapi dengan cepat dia menolak dan menamparku.

“Nisa...”Jeritku.

“Kamu bukan sahabat ku lagi Rosy,aku benci dengan mu.”Nisa berlari kedalam dan aku tertunduk dan menangis di taman belakang.Tia mengejar Nisa kedalam dan mengucapkan kata-kata yang tak bisa aku lupakan.

“Dasar cewek perebut cowok orang...!”

* * *

Hari-hari ku hampa tanpa Nisa dan Tia mereka adalah sahabatku yang setia menemanikun selama ini.Tapi mereka sudah menjauhiku bahkan mereke berdua pindah kamar sebelah.Dan aku sering melamun sendiri,tapi aku senang Izzan selalu menghiburku,ternyata dia baik.

“Bagaimana Rosy...?”

“Apanya...?”

“Nisa dan Tia sudah memaafkan mu belum...?”

“Mungkin mereka masih marah denganku,aku memang penghianat Zan.”

“Kamu jangan bilang begitu,ini ujian dari tuhan kamu harus tegar ok...!”

Aku hanya terdiam dan memeluk bantal guling.

“Oh ya ada kabar gembira Aqim sudah tidak marah lagi dan mungkin sore ini dia akan mengajak mu makan malam.”

“Izzan kamu tahu kan aku marahan dengan Nisa gara-gara apa..?”Aku membentak Izzan.

“Maaf ya Rosy aku tidak tahu,memang apa masalahnya ...?”Tanya Izzan hati-hati.

“Asal kamu tahu Nisa dari dulu suka dengan Aqim dan aku baru mengetahuinya kemaren.”

“Apa...?”Izzan menjerit dan langsung memeluk ku.

“Ya allah Rosy ternyata dilema cinta mu sangat berat.”Lanjutnya.

Kami akhirnya berencana menemui Aqim dan Bagus malam ini.Izzan menelfon Bagus untuk memberi tahu Bagus.

“Assalamu’alaikum yank,nanti malam Rosyi mau bertemu Aqim.”

“Oh baiklah nanti malam jam delapan kalian akan kujemput,kalian tunggu diluar saja.”Kata bagus diseberang sana.

“Ya baiklah kalau begitu assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikum salam .”Ucap Bagus dan Izzan menutup telfon.

“Rosyi,sekarang kamu jangan sedih nanti malam kamu ceritakan semua pada Bagus dan Aqim tentang Nisa.”Kata Izzan.

“Baiklah.”Jawabku singkat.

Hari sudah menjelang sore aku bergegas ke kamar mandi.Sempat aku bertemu Nisa dan Tia di kamar mandi,tapi aku takut menyapanya.Mungkin mereka masih marah denganku.Aku hanya cuek ketika mereka bersimpangan denganku.

Setelah selesai mandi aku langsung menunaikan sholat Maghrib berjama’ah di musholla.Tapi sampai saat ini Nisa dan Tia belum juga mau berbicara denganku.Padahal katanya jika kita bermusuhan lebih dari 3 hari itu tidak baik tapi mengapa mereka malah seperti itu.

Waktu menunjukkan pukul 07.30 aku sudah siap-siap tiba-tiba hp ku berbunyi sebuah pemberitahuan “ULTAH KU KE 19” oh ya hari ini ulang tahunku yang ke 19.Tapi kenapa saat ini teman-temanku jauh dari ku.

Tiba-tiba pintu terbuka dan ternyata yang masuk Izzan.

“Ayo Rosy nanti terlambat lho...?”

“Iya sebentar aku ingin bertemu dengan Nisa dan Tia dulu.”

“Tapi Bagus sudah ada didepan.”

“Kalau kamu tidak mau mengantarkan ku,lebih baik aku tidak jadi pergi.”Aku membentak Izzan.

“Ok aku akan menemanimu bertemu dengan Nisa dan Tia.”

Kami berjalan menuju kamar sebelah,tapi ternyata Nisa dan Tia tidak ada.

“Tuh kan mereka tidak ada,ayo kita berangkat.”

“Baiklah ayo...”

Kami keluar dari kost-kostan kulihat Bagus dan Aqim sudah menunggu diluar.

“Gus ayo berangkat.”Ajak Izzan pada Bagus sambil menggandeng tangan Bagus daan berjalan duluan.Tapi aku menarik tangan Izzan.

“Izzan aku mau berjalan denganmu saja.”

“Baiklah.”Izzan menggandeng tanganku dan kami berjalan bersama.Aqim dan Bagus berjalan di belakang kami.

Sesampai di Kafe Puspa Indah kami memesan tempat duduk.Setelah memesan makan aku mulai merasakan kedinginan diseluruh tubuhku.Ada apa ini Ya Tuhan...!

“Rosyi disini aku ingin jujur kalau aki mencintaimu dan maukah kamu menjadi pacarku...?”Ungkap Aqim malu-malu.

Oh tuhan inikah cobaan terberat untuk ku.Aku harus memilih diantara cinta dan sahabat.

“Qim,Gus aku ingin cerita sesuatu pada kalian.”

“Memang kamu mau cerita apa Rosy...?”Tanya Bagus.

“Aku memang mencintai Aqim,tapi aku bingung ...?”Kataku tersendat-sendat sambil menahan air mata.

“Kenapa bingung...?”Tanya Bagus.

“Nisa suka dengan Aqim dan Rosyi bingung karena Nisa akhir-akhir ini menjauhi Rosyi.”Sela Izzan meneruskan ceritaku.

“Lalu apa masalahnya...?”Tanya Bagus.

“Aduh sayang, kamu itu bagaimana Rosyi bungung jika dia memilih Aqim lalu bagaimana Nisa...?”Jelas Izzan

“Oh....ya biarin saja Nisa.”Jawab Bagus enteng.

“Kamu itu tidak tahu perasaan permpuan ...?”Bentak ku pada Bagus.

“Yang penting kan Aqim suka dengan kamu bukan Nisa.”

“Tapi Nisa sahabatku mana mungkin aku menghianatinya.”

“Baiklah maafkan Bagus Rosy,lalu bagaimana keputusanmu.”Akhirnya Aqim membuka mulut.

“Aku ingin kamu mau menjadi kekasih Nisa.”Aku mengatakan itu dengan menangis tersedu-sedu.

“Tapi Rosy aku mencintaimu.”

“Aku akan marah jika kamu menolak permintaan ku.”Aku memalingkan wajahku.

“Aku punya ide bagaimana kalau malam ini Aqim akan menjadi pacar mu tapi besok dia akan menjadi pacar Nisa.”Kata Izzan.

“Ya aku setuju.”Aku langsung menyela.

“Tapi bagaimana dengan perasaan mu Rosy.Aku takut menyakitimu.”

“Tidak apa-apa aku sudah senang bisa menjadi pacarmu walaupun hanya semalam.”

“Tapi ini adalah hari ulang tahunmu mungkinkah kado ultah mu adalah kesedihan ini.”

“Bukan Qim ini merupakan kado terindah dalam hidupku,karena aku dapat menjadi kekasih mu walau semalam.”Aku memeluk Aqim sambil menangis tersedu-sedu.Dan kubisikkan kata-kata.

“I LOVE YOU,tolong jadilah pacarnya Nisa,ini permintaan ku pada hari ulang tahunku.”

“Baiklah aku akn mengabulkan permintaanmu.I LOVE YOU TOO.”Kata Aqim.

* * *

Malam ini aku sudah mendapatkan sebuah kado yang terindah,yang pertama Nisa sudah tidak marah dengan ku dan aku bisa menjadi kekasih Aqim walaupun hanya semalam.Aku tertidur setelah mendengarkan alunan lagu Yofie N Nuno.Sempat Memilikimu.

THE END


Kamis, 18 Maret 2010

Perubahan Ku siklus 2 (revisi)

Oleh Ainy Rosyidah

Suara kokok ayam jantan yang dengan PD nya membangunkan aku dari tidur nyenyak.Seperti biasa kudengar Ayah dan Ibu ku sudah mengoceh.
”Papa yang tidak pernah mengurusi Zizi…!”Teriak mama dari bawah.
”Mama kan ibunya,jadi mama yang wajib mengurusi Zizi di rumah…!”Balas ayah tak karuan sambil membanting pintu kamar.
”Lalu apa yang papa kerjakan selama ini…?”Tangis mama meledak.
”Papa kan mencari nafkah untuk kalian berdua ?”Teriak papa dari dalam.Selesai mandi aku bergegas turun,kulihat mama menangis di atas sofa,mama mengusap air matanya ketika melihat aku turun dari kamar.Beliau berjalan menghampiriku di meja makan.
”Sayang,nanti kamu berangkat sekolah sendiri ya…?Mama masih banyak kerjaan.”Katanya datar sambil duduk disampingku.
”Bukannya setiap hari aku berangkat sekolah sendiri…?Mama tidak usah sok perhatian dengan Zizi.”Ketus ku sambil meninggalkan ruang makan.Aku berlari dan keluar dari rumah,Mama berlari mengejarku.Tapi aku tak menggubrisnya,sampai di pintu gerbang aku melihat Marvel mengendarai sepeda motor barunya.
”Vel aku ikut naik motor kamu za…?”teriak ku sambil melambaikan tangan.
”Ayo…!”Dia berhenti di depanku,kulihat Mama masih berlari mengejarku tapi aku keburu meluncur meninggalkan rumah.

* * *

”Hari ini orang tua kamu bertengkar lagi ya…?”Tanya Marvel ketika sampai di depan pintu gerbang SMP Nusa Bangsa.
”Ya,aku sebel setiap aku bangun dari tidur pasti yang aku dengar……”belum selesai aku berbicara Marvel sudah menyela.
”Dengar papa dan mama kamu bertengkar ya…?”Jawabnya sok tahu.

“Sok tahu kamu,yang kudengar pertama kali itu kokok ayam jantan Mang Badrun lalu baru suara papa dan mama berantem.”Selorohku.Kami berjalan menaiki tangga untuk masuk kekalas,kami memang satu kelas.KELAS UNGGULAN huruf itu terangkai dan tercentel didepan kelas kami.Bunyi bel masuk terdengar di gendang telingaku dan otomatis Marvel juga mendengar.
”Selamat pagi murek-murek…?”salam guru dari Malaysia itu.
”Selamat pagi Cek Guh…?”jawab ku dan teman – teman dengan menahan rasa tawa.

Kami memang sudah terbiasa apabila Pak Murokib yang mengajar dikelas kami,kami harus mengucapkan kata-kata salam seperti di Malaysia kalu tidak,mungkin kami disuruh menguras lautan,candanya waktu pertama dia mengajar kami.Begitu cepat pelajaran kulalui tiba-tiba bel pulang berbunyi,kami bersorak gembira.
”Zi,kamu naik motor ku lagi tidak…?”tawar Marvel ketika aku keluar dari gerbang sekolah.
”Memangnya boleh naik lagi za…?”
”Boleh kok.”
”Gratis nggak…?”tanya ku bercanda,dengan lagak tomboy aku naik di motornya.Kami meluncur meninggalkan sekolah. * * *

Sesampai didepan rumah ku aku turun,Marvel kutawari main dirumah tapi dia menolak.
”Kenapa tidak mau…?”Tanya ku
”Aku takut dengan papa kamu,nanti dia akan memasukkan aku kedalam penjara .”
”Memangnya salah kamu apa…?”

“Di tuduh mendekati anak perempuan semata wayang nya yang palin imyut…!”dia mencubit pipiku sambil meluncur meninggalkan aku yang terbengong.

Aku masuk kedalam rumah,dengan hati-hati aku membuka pintu agar tiada orang yang tahu kalau aku sudah pulang,sepi tiada orang Yes…?kataku dalam hati,sesampai aku berada di kamar aku langsung berganti pakaian.Aku turun dari kamar,lalu berjalan menuju meja makan.
”Pasti mama belum masak,dia lebih mementingkan pekerjaan nya dari pada anaknya sendiri .”Ketusku sambil membanting sendok.

Aku berjalan keluar menuju rumah Marvel,ketika aku sampai didepan pintu gerbang rumah Marvel,tiba – tiba Ring tone Cinta Gila menjerit jerit di Ponsel ku.PAPA huruf itu tertulis dilayar Hp ku.
“Ah…lagi-lagi papa…!”kumatikan Hp ku.dan kuteruskan masuk kedalam rumah Marvel,aku mengetuk pintu rumah.
”Halo selamat sore.Any body home,,,?”teriak ku.
”Eh…Zizi ngapain kamu kesini ?”Kata Marvel sambil membukakan pintu rumahnya.

“Tidak boleh ya…?”aku berjalan keluar,tapi Marvel menarik tangan ku.
”Kata siapa …?ayo masuk…!”
”Aku bosen,di rumah tidak ada orang.”kuletakkan pantat di sofa empuk nya Marvel.

“Memangnya papa dan mama kamu mana…?”tanya Marvel sambil pergi kedalam
”Aku tidak tahu dan aku juga tidak ngurus, mau pergi mau mati EGP.”jawab ku ketus.
“Kamu nggak boleh gitu Zi…?”

“Kamu nggak usah menasehati aku ya…?”

“OK aku minta maaf.”Sambungnya


* * *

Hari sudah menjelang sore tapi aku masih ada di rumah Marvel.
“Bukannya aku mau ngusir kamu Zi…tapi aku mau pergi kerumah nenek aku,kamu pulang aja ya…?”Kata Marvel hati-hati tak mau membuat aku tersinggung.
”Terserah kamu aja,aku juga mau pulang.”Aku beranjak pergi dari rumah Marvel.

Aku masuk kedalam rumah,rumah masih sepi aku tak tahu harus ngapain.Aku masuk kedalam dapur ingin memasak mie instant.Aku melihat secarik surat tertempel di dinding dapur lalu kuambil surat itu.

Untuk Zizi anak Mama
Sayang maafkan mama,mama ada urusan
diluar negeri mengurus bisnis.
kamu dirumah dengan Mbak Gita keponakan
mama,Mbak gita akan datang dari Banjar negara
nanti sore,jadi kamu tidak kesepian dirumah.
Apalagi papa kamu yang sok sibuk itu tidak dirumah
kamu tidak marah kan ama mama…?
Mungkin Mama disana cuma 3 bulan
Mbak Gita juga lagi libur 4 bulan untuk menggarap
Proposalnya.Mama akan merindukanmu selalu

Mama

Kusobek-sobek surat itu lalu aku keluar dari dapur.Aku masuk di kamar mandi ingin kencing.Kebiasaan ini sering terjadi,jika aku ingin menangis pasti aku kebelet pipis.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi aku bergegas lari kedepan kukira itu Marvel ternyata Mbak Gita yang feminim itu.Tapi walaupun dia maliter tapi dia itu lulusan pesantren nggak heran kalau dia pakai jilbab.

“Ini Zizi anak tomboy itu ya,bagaimana kabarnya…?”sapanya ketika kubukakan pintu.

“Mbak Gita ya…?”tanyaku datar

“Kok tahu kalau aku Mbak Gita…?”

“Ya tahulah dilihat dari penampilan kakak yang feminim udah tahu,selain itu mama udah bilang nanti kamu akan kesini .”kataku

“Aku tidak disuruh masuk toh…?”

“Oh lupa kak…?”aku menggaruk kepala ku yang tak gatal.

Aku membawakan kopernya masuk kedalam rumah, dan menunjukkan kamar nya.

”Ini kamar kakak, dan sampingnya itu kamarku.”Kataku

“Makasih ya Zizi…?”

Dia langsung masuk kedalam kamarnya.Kulihat tas Pink seperti punya Vivi temanku si Ratu dandan,Vivi selalu membawa tas itu ke sekolah untuk membawa Make upnya dan aku yakin itu pasti isinya Make up semua.

“Kak tas itu isinya Make up semua za,,,?”tanyaku sambil masuk kedalam kamarnya.

“Ya iyalah,kamu sendiri punya Make up tidak…?”Katanya sambil menaruh baju dan semua barangnya di almari baju.

“Ih… nggak level ya seorang Zizi pakai Make up…?”kataku sambil keluar dari kamarnya.

Malam beranjak datang,Mbak Gita mengajak ku jalan-jalan di Simpang Lima semarang.

“Zi kakak temeni jalan-jalan di Simpang Lima yuk…?”bujuknya sambil memberiku sebatang coklat Silver queen.

“Kakak tidak perlu nyogok,aku ingin menemani kakak dengan lapang dada kok…?”kataku sambil mengembalikan coklat itu di pangkuannya.

Kami berangkat pukul 08.00 setelah solat ‘isya’,kami berangkat dengan mobil Mbak Gita yang berwarna pink.Kami turun di depan sebuah mall terbesar di kota Semarang.

“Kamu kesini ama papa dan mama kamu sudah berapa kali …?”Tanya Mbak Gita tiba-tiba.

“Nggak pernah .”Jawab ku sambil mengalihkan pandangan ku ke sungai.

“Lho…!kamu kan anak Semarang kok nggak pernah kesini…?”katanya kaget.

“Memangnya kakak nggak tahu,Papa ama Mama slalu sibuk ngurusin bisnisnya dan nggak pernah ngurusin Zizi,apalagi ngajak Zizi jalan-jalan…!”Bentak ku sambil lari meninggalkan Mbak Gita.

Kulihat Mbak Gita mengejarku,tapi aku tak menggubrisnya aku terus berlari.Air mata tak bisa kubendung lagi,semua tertumpah ruah dipipiku,bedak tipis yang diolesi Mbak Gita di mukaku dengan paksa sebelum kesini,telah luntur gara-gara terguyur air mataku.

“Zi…tunggu …!”Teriak Mbak Gita.

Dia terus berlari mengejarku dan akhirnya aku tertangkap.

“Maafin kakak ya,kakak tidak bermaksud menyinggung perasaan kamu.”Katanya sambil mendekapku.

“Mama dan Papa tidak sayang ama Zizi…!Kakak tahu kan…?”

“Kakak tahu,tapi kamu jangan begitu aku yakin papa dan mama kamu sebenarnya sayang sama kamu.”dia melepaskan dekapan nya.

“Kenapa kakak bisa berbicara begitu…?”tanyaku.

“Sebelum mama mu pergi,beliau berkata padaku kalau dia ingin kamu berubah menjadi anak perempuan yang feminim tidak sepert ini.”katanya sambil menarik tangan ku.

“Benarakah …?”kataku tak percaya.

“Mungkin mama kamu akan senang bila kamu berubah menjadi feminim.”

“Masak sih…?”kataku sambil tersenyum.

“Nah gitu donk,senyum kan kelihatan manis.”

Akhirnya kami tak jadi nongkrong di Simpang Lima tapi kami pulang.Sampai dirumah Kak Gita berpesan pada ku untuk tidak membenci mama.Aku menyanggupinya,setelah itu aku tidur.

# # #

Pagi ini aku tak berangkat sekolah karena semua badan ku panas.Mbak Gita tak membawa ku ke rumah sakit,katanya aku hanya demam Dasar jahat…! Fikirku dalam hati.

“Zi…tadi kamu ngeluarin darah ya …?”tanyanya.

“Nggak…!tadi kan aku sudah bilang, sakit lagi.”aku memegang perutku,dia hanya tersenyum.

“Kakak kok malah tersenyum sih,seneng lihat aku menderita…?”

“Zi,,,Zi,,,di sekolah kamu nggak ada pelajaran yang menerangkan tentang menstruasi ya…?”katanya sambil berjalan duduk di sampingku.

“Ni sana pakai di kamr mandi.”dia menyerahkan sebuah pembalut padaku.

“Apa…?jadi aku menstruasi kak?”tanyaku sambil memeluk Mbak Gita.

“Iya,sana pakai dulu nanti bocor lo…?”

“Iya iya kak…?”aku berjalan ke kamar mandi.

Aku sudah menstruasi…?Hore! Aku akan bercerita pada mama tentang ini,pasti dia akan gembira.Aku keluar dari kamar mandi,rasa panas ditubuhku hilang seketika.

“Kak mama senang tidak kalau dengar aku sudah men …?”tanyaku pada Mbak Gita

“Wah mama kamu akan bahagia jika kamu sudah beranjak dewasa,karena dalam kitab kalau seorang perempuan sudah menstruasi itu pertanda kalau sudah dewasa.”

“Oh ya?jadi aku nggak boleh kayak anak kecil lagi.”


“Dan satu lagi kamu sudah wajib solat lima waktu setiap hari.”

“Masak sih? Kalau aku nggak solat lima waktu gimana…?”

“Ya nanti kamu akan di siksa di akhirat nanti.”

“Oh ya, aku jadi takut deh…?”

“Makanya mulai saat ini kamu harus meniru kakak,contohnya kamu harus menutup aurat kamu dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali kedua talapak tangan dan muka kamu,setap malam kamu harus belajar mengaji dengan kakak.”Katanya panjang lebar.

“Tapi kak…?”

“Dan satu lagi dalam Al-Qur’an Allah melarang seorang anak perempuan bertingkah seperti laki-laki dan juga sebaliknya.”

“Jadi zizi nggak boleh kayak anak laki-laki….?”

“Yap kamu harus bertingkah seperti anak permpuan,kamu seorang perempuan muslim kan…?”

“Ok mulai sekarang aku akan seperti Mbak Gita,memakai jilbab,sholat lima waktu,dan lain-lain”Aku memeluk kakak q.

# # #

Hari demi hari kulalui,sekarang aku memakai baju dan rok panjang dan satu lagi aku memakai jilbab,memang pertama kali aku agak minder tapi karena sudah terbiasa dan respon dari temanku juga senang melihat aku berubah aku jadi PD.Apalagi Marvel dia malah memujiku kalau aku lebih cantik bila memakai jilbab.Aku malah tambah PD.

Malam ini Aku diajari belajar mengaji oleh kakak q,aku seneng banget ingin rasanya jika mama dan papa di rumah mungkin mereka akan senang melihat aku berubah.Tapi aku harus menunggu 3 bulan lagi untuk menunggu mama pulang dari luar negeri.

# # #

Tiga Bulan telah kulalui dengan hari hari yang seperti di pondok pesantren,berbagai macam ilmu tentang Syariat Islam telah aku pelajari dari Mbak Gita,dan sekarang aku sudah berbeda dari yang dulu aku beubah menjadi perempuan muslim yang feminim ini semua karena Mbak Gita.Makasih Mbak Gita kalau nggak ada akakk mungkin aku nggak akan seperti ini.dan hari ini Mamma akan pulang aku yakin mama akan kaget dengan perubahan ku yang dulunya tomboy nggak pakai jilbab nggak bisa ngaji nggak pernah solat menjadi kebalikannya.

Pagi ini aku bangun lebih awal aku ingin menjemput mama di airport.Setelah selesai mandi aku turun untuk ke ruang makan.Kulihat Mbak gita menangis sambil membawa Hp nya.

“Mbak nanti mama pulang kan…?”tanyaku mengagetkannya.

“Iya………”katanya sambil mengusap pipinya.

“Kakak nangis ya…?”

“Nggak kok kakak cuma senang akhirnya mama kamu pulang.”Mbak Gita berlari menuju kamar mandi.

“Mbak……?”teriak ku.

“Mbak nggak papa kamu masuk mobil dulu nanti kakak nyusul.”teriaknya dari dalam.

Aku keluar menuju garasi mobil,beberapa menit kemudian Mbak Gita keluar dia masuk kedalam mobil dan kami pun meluncur meninggalkan rumah.

“Mbak kita mau kemna…?”tanya ku ketika mobil berbelok kerumah sakit.

“Zi papa kamu kecelakaan.”kata mbak gita datar.

“Biarin saja,aku kan ingin menjemput mama mengapa mengurus papa.”ketusku.
“Zizi…?”kamu ingat kalau kamu seperti itu berarti kamu durhaka.”Mbak gita menasehati aku.

“Astaghfirullahal’adzim…?”aku beristighfar.

Kami pun turun dan berjalan menuju ruang UGD diman papa dirawat sampai disana papa terbaring lemah.

“Papa…?”aku memeluk papa.

“Sayang maafin papa ya…?”

“Kenapa papa jadi seperti ini…?”kulihat kaki ayah ku di amputasi.
“Ini semua petunjuk dari Allah.Sekarang kamu memakai jilbab ya,pasti mama kamu akan senanfg melihat kamu berubah .”katanya

“Sekarang Zizi berubah pa,berubah untuk papa dan mama,aku ingin papa dan mama bahagia melihat zizi berubah,Papa senang kan…?”

“Pasti sayang papa senang melihat kamu berubah,tapi papa tidak yakin kalau papa akan bertahan hidup.”

“papa jangan bilang gitu,aku yakin papa akan bertahan…?”aku memeluk papa erat.

Tiba-tiba tubuh papa melemas.

“Papa…?kenapa papa tinggalin Zizi…?disaat zizi sudah berubah papa malah pergi meninggalkan Zizi.”Tangisku meledak Mbak Gita menarik ku dari pelukan papa.

Aku menangis sekeras mungkin,tiba-tiba kulihat Marvel berjalan menuju kami.

“Mbak Gita bolehkah saya berbicaa dengan anda empat mata…?”

“Boleh .”Mbak Gita berdiri dan berbicara serius dengan Marvel.Kulihat Mbak Gita pingsan setelah mendengar sesuatu.Marvel membopong Mbak Gita ke dalam aku ikt kedalam.

“Marvel ada apa…?”tanyaku

“Zi…kamu jangan menangis,tadi mama kamu sudah pulang dari luar negri,ketika dia bertanya kenapa rumah kosong lalu kujawab kalu bapak kamu meninggal,dia menjerit dan pingsan ketika itu teman mama kamu memarahiku dia bilang mama kamu keluar negeri untu berobat karena dia mengidap kanker otak.lalu kami membawa mama kerumah sakit,”

“Lalu mana mama sekarang .”tanyaku tak sabar.

“Sekarang mama kamu diruang sebelah.”

“Antar aku bertemu mama.”

Kami berjalan sampai di tujuan aku melihat mama muntah darah.

“Mama……?”aku menubruk mama.

“Zizi sekarang kamu memakai jilbab ya…?mama senang sekali “

“Mama maafin Zizi kukira mama keluar negeri untuk bisnis,tapi ternyata mama berobat.”tangisku meledak.

“Mama tidak ingin kamu tahu kalau mama mengidap kanker.”

“tapi ma,,,?papa sudah meninggal dan hanya mama harapan Zizi jadi mama jangan meninggalkan Zizi ya…?”

“Ya mama janji sama Zizi.”

Tiba-tiba mama muntah darah.banyak suster yang masuk kedalam ruang.

“Mama ,,,,?”teriak ku.

Aku membaca surat yasin untuk mama.

Beberapa jam kemidian dokter yang memeriksa mama keluar.

“Dengan saudara Zizi.”

“Saya Dok ada apa…?”

“Mama kamu ingin berbicara dengan anda .”

Aku masuk kedalam kulihat mama tersenyum kepadaku.

“Ada apa ma…?”tanyaku

“Sekarang kamu sudah berubah menjadi anak yang baik,mama bahagia sekali.”

“Mama harus bertahan hidup,kita akan menjalani hidup bersama.”

“Maafkan mama sayang mungkin mama akan pergi tapi mama akan selalu ada di hati Zizi.”

“Aku ingin mama hidup itu saja.”

“Zizi kamu harus tabah mama akan pergi.”

Tiba – tiba mati lampu aku terkejut kontan aku langsung mengambil Hp ku untuk penerang tapi lampu keburu hidup lagi,Aku terkejut dan menjerit ketika mama sudah terbujur kaku.

“Mama…………!!!!”teriak ku.Marvel masuk kedalam dan berteriak memanggil suster.

“Suster suster…!”

Tapi tak satupun suster datang aku menangis tersedu sedu,



# # #

Pagi ini kabut membalut area pemakaman.Aku menangis di samping Mbak Gita.

“Sudah Zi,biarkan mama dan papa mu pergi.”

“Tapi Mbak,Zizi nggak bisa.”

“Mbak yahu,tapi kamu harus berusaha.Oh iya Zi,mama kamu titip surat ini padamu.”

“Mana….?”

Aku membaca surat itu dengan linangan air mata


Zizi

Sayang,mungkin ini surat kedua dan sekaligus terakhir dari mama
Mama yakin kamu akan tabah,ddulu mama menyuruh Mbak Gita
Menemanimu untuk 4 bulan tapi sekarang mama menyuruh nya untuk
menemanimu selamanya
Mungkin dulu mama meninggalkan mu untuk 4 bulan dan pergi keluar
Negeri tapi sekarang mama pergi untuk selamanya dan pergi dari luar Dunia.

Mama ingin setelah kamu lulus SMp kamu akn meneruskan di MA Brabu,dimana dulu mama juga mondok disitu,kamu mau kan memenuhi permintaan mama yang terakhir…?
Kamu sayang kan sama mama ?


Mama

“Aku akan menuruti permintaan mama aku janji ma……?”


THE END
















Perubahan Ku

Suara kokok ayam jantan yang dengan PD nya membangunkan aku dari tidur nyenyak.Seperti biasa kudengar Ayah dan Ibu ku sudah mengoceh.
”Papa yang tidak pernah mengurusi Zizi…!”Teriak mama dari bawah.
”Mama kan ibunya,jadi mama yang wajib mengurusi Zizi di rumah…!”Balas ayah tak karuan sambil membanting pintu kamar.
”Lalu apa yang papa kerjakan selama ini…?”Tangis mama meledak.
”Papa kan mencari nafkah untuk kalian berdua ?”Teriak papa dari dalam.Selesai mandi aku bergegas turun,kulihat mama menangis di atas sofa,mama mengusap air matanya ketika melihat aku turun dari kamar.Beliau berjalan menghampiriku di meja makan.
”Sayang,nanti kamu berangkat sekolah sendiri ya…?Mama masih banyak kerjaan.”Katanya datar sambil duduk disampingku.
”Bukannya setiap hari aku berangkat sekolah sendiri…?Mama tidak usah sok perhatian dengan Zizi.”Ketus ku sambil meninggalkan ruang makan.Aku berlari dan keluar dari rumah,Mama berlari mengejarku.Tapi aku tak menggubrisnya,sampai di pintu gerbang aku melihat Marvel mengendarai sepeda motor barunya.
”Vel aku ikut naik motor kamu za…?”teriak ku sambil melambaikan tangan.
”Ayo…!”Dia berhenti di depanku,kulihat Mama masih berlari mengejarku tapi aku keburu meluncur meninggalkan rumah.

* * *

”Hari ini orang tua kamu bertengkar lagi ya…?”Tanya Marvel ketika sampai di depan pintu gerbang SMP Nusa Bangsa.
”Ya,aku sebel setiap aku bangun dari tidur pasti yang aku dengar……”belum selesai aku berbicara Marvel sudah menyela.
”Dengar papa dan mama kamu bertengkar ya…?”Jawabnya sok tahu.

“Sok tahu kamu,yang kudengar pertama kali itu kokok ayam jantan Mang Badrun lalu baru suara papa dan mama berantem.”Selorohku.Kami berjalan menaiki tangga untuk masuk kekalas,kami memang satu kelas.KELAS UNGGULAN huruf itu terangkai dan tercentel didepan kelas kami.Bunyi bel masuk terdengar di gendang telingaku dan otomatis Marvel juga mendengar.
”Selamat pagi murek-murek…?”salam guru dari Malaysia itu.
”Selamat pagi Cek Guh…?”jawab ku dan teman – teman dengan menahan rasa tawa.

Kami memang sudah terbiasa apabila Pak Murokib yang mengajar dikelas kami,kami harus mengucapkan kata-kata salam seperti di Malaysia kalu tidak,mungkin kami disuruh menguras lautan,candanya waktu pertama dia mengajar kami.Begitu cepat pelajaran kulalui tiba-tiba bel pulang berbunyi,kami bersorak gembira.
”Zi,kamu naik motor ku lagi tidak…?”tawar Marvel ketika aku keluar dari gerbang sekolah.
”Memangnya boleh naik lagi za…?”
”Boleh kok.”
”Gratis nggak…?”tanya ku bercanda,dengan lagak tomboy aku naik di motornya.Kami meluncur meninggalkan sekolah. * * *

Sesampai didepan rumah ku aku turun,Marvel kutawari main dirumah tapi dia menolak.
”Kenapa tidak mau…?”Tanya ku
”Aku takut dengan papa kamu,nanti dia akan memasukkan aku kedalam penjara .”
”Memangnya salah kamu apa…?”

“Di tuduh mendekati anak perempuan semata wayang nya yang palin imyut…!”dia mencubit pipiku sambil meluncur meninggalkan aku yang terbengong.

Aku masuk kedalam rumah,dengan hati-hati aku membuka pintu agar tiada orang yang tahu kalau aku sudah pulang,sepi tiada orang Yes…?kataku dalam hati,sesampai aku berada di kamar aku langsung berganti pakaian.Aku turun dari kamar,lalu berjalan menuju meja makan.
”Pasti mama belum masak,dia lebih mementingkan pekerjaan nya dari pada anaknya sendiri .”Ketusku sambil membanting sendok.

Aku berjalan keluar menuju rumah Marvel,ketika aku sampai didepan pintu gerbang rumah Marvel,tiba – tiba Ring tone Cinta Gila menjerit jerit di Ponsel ku.PAPA huruf itu tertulis dilayar Hp ku.
“Ah…lagi-lagi papa…!”kumatikan Hp ku.dan kuteruskan masuk kedalam rumah Marvel,aku mengetuk pintu rumah.
”Halo selamat sore.Any body home,,,?”teriak ku.
”Eh…Zizi ngapain kamu kesini ?”Kata Marvel sambil membukakan pintu rumahnya.

“Tidak boleh ya…?”aku berjalan keluar,tapi Marvel menarik tangan ku.
”Kata siapa …?ayo masuk…!”
”Aku bosen,di rumah tidak ada orang.”kuletakkan pantat di sofa empuk nya Marvel.

“Memangnya papa dan mama kamu mana…?”tanya Marvel sambil pergi kedalam
”Aku tidak tahu dan aku juga tidak ngurus, mau pergi mau mati EGP.”jawab ku ketus.
“Kamu nggak boleh gitu Zi…?”

“Kamu nggak usah menasehati aku ya…?”

“OK aku minta maaf.”Sambungnya


* * *

Hari sudah menjelang sore tapi aku masih ada di rumah Marvel.
“Bukannya aku mau ngusir kamu Zi…tapi aku mau pergi kerumah nenek aku,kamu pulang aja ya…?”Kata Marvel hati-hati tak mau membuat aku tersinggung.
”Terserah kamu aja,aku juga mau pulang.”Aku beranjak pergi dari rumah Marvel.

Aku masuk kedalam rumah,rumah masih sepi aku tak tahu harus ngapain.Aku masuk kedalam dapur ingin memasak mie instant.Aku melihat secarik surat tertempel di dinding dapur lalu kuambil surat itu.

Untuk Zizi anak Mama
Sayang maafkan mama,mama ada urusan
diluar negeri mengurus bisnis.
kamu dirumah dengan Mbak Gita keponakan
mama,Mbak gita akan datang dari Banjar negara
nanti sore,jadi kamu tidak kesepian dirumah.
Apalagi papa kamu yang sok sibuk itu tidak dirumah
kamu tidak marah kan ama mama…?
Mungkin Mama disana cuma 3 bulan
Mbak Gita juga lagi libur 4 bulan untuk menggarap
Proposalnya.Mama akan merindukanmu selalu

Mama

Kusobek-sobek surat itu lalu aku keluar dari dapur.Aku masuk di kamar mandi ingin kencing.Kebiasaan ini sering terjadi,jika aku ingin menangis pasti aku kebelet pipis.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi aku bergegas lari kedepan kukira itu Marvel ternyata Mbak Gita yang feminim itu.Tapi walaupun dia maliter tapi dia itu lulusan pesantren nggak heran kalau dia pakai jilbab.

“Ini Zizi anak tomboy itu ya,bagaimana kabarnya…?”sapanya ketika kubukakan pintu.

“Mbak Gita ya…?”tanyaku datar

“Kok tahu kalau aku Mbak Gita…?”

“Ya tahulah dilihat dari penampilan kakak yang feminim udah tahu,selain itu mama udah bilang nanti kamu akan kesini .”kataku

“Aku tidak disuruh masuk toh…?”

“Oh lupa kak…?”aku menggaruk kepala ku yang tak gatal.

Aku membawakan kopernya masuk kedalam rumah, dan menunjukkan kamar nya.

”Ini kamar kakak, dan sampingnya itu kamarku.”Kataku

“Makasih ya Zizi…?”

Dia langsung masuk kedalam kamarnya.Kulihat tas Pink seperti punya Vivi temanku si Ratu dandan,Vivi selalu membawa tas itu ke sekolah untuk membawa Make upnya dan aku yakin itu pasti isinya Make up semua.

“Kak tas itu isinya Make up semua za,,,?”tanyaku sambil masuk kedalam kamarnya.

“Ya iyalah,kamu sendiri punya Make up tidak…?”Katanya sambil menaruh baju dan semua barangnya di almari baju.

“Ih… nggak level ya seorang Zizi pakai Make up…?”kataku sambil keluar dari kamarnya.

Malam beranjak datang,Mbak Gita mengajak ku jalan-jalan di Simpang Lima semarang.

“Zi kakak temeni jalan-jalan di Simpang Lima yuk…?”bujuknya sambil memberiku sebatang coklat Silver queen.

“Kakak tidak perlu nyogok,aku ingin menemani kakak dengan lapang dada kok…?”kataku sambil mengembalikan coklat itu di pangkuannya.

Kami berangkat pukul 08.00 setelah solat ‘isya’,kami berangkat dengan mobil Mbak Gita yang berwarna pink.Kami turun di depan sebuah mall terbesar di kota Semarang.

“Kamu kesini ama papa dan mama kamu sudah berapa kali …?”Tanya Mbak Gita tiba-tiba.

“Nggak pernah .”Jawab ku sambil mengalihkan pandangan ku ke sungai.

“Lho…!kamu kan anak Semarang kok nggak pernah kesini…?”katanya kaget.

“Memangnya kakak nggak tahu,Papa ama Mama slalu sibuk ngurusin bisnisnya dan nggak pernah ngurusin Zizi,apalagi ngajak Zizi jalan-jalan…!”Bentak ku sambil lari meninggalkan Mbak Gita.

Kulihat Mbak Gita mengejarku,tapi aku tak menggubrisnya aku terus berlari.Air mata tak bisa kubendung lagi,semua tertumpah ruah dipipiku,bedak tipis yang diolesi Mbak Gita di mukaku dengan paksa sebelum kesini,telah luntur gara-gara terguyur air mataku.

“Zi…tunggu …!”Teriak Mbak Gita.

Dia terus berlari mengejarku dan akhirnya aku tertangkap.

“Maafin kakak ya,kakak tidak bermaksud menyinggung perasaan kamu.”Katanya sambil mendekapku.

“Mama dan Papa tidak sayang ama Zizi…!Kakak tahu kan…?”

“Kakak tahu,tapi kamu jangan begitu aku yakin papa dan mama kamu sebenarnya sayang sama kamu.”dia melepaskan dekapan nya.

“Kenapa kakak bisa berbicara begitu…?”tanyaku.

“Sebelum mama mu pergi,beliau berkata padaku kalau dia ingin kamu berubah menjadi anak perempuan yang feminim tidak sepert ini.”katanya sambil menarik tangan ku.

“Benarakah …?”kataku tak percaya.

“Mungkin mama kamu akan senang bila kamu berubah menjadi feminim.”

“Masak sih…?”kataku sambil tersenyum.

“Nah gitu donk,senyum kan kelihatan manis.”

Akhirnya kami tak jadi nongkrong di Simpang Lima tapi kami pulang.Sampai dirumah Kak Gita berpesan pada ku untuk tidak membenci mama.Aku menyanggupinya,setelah itu aku tidur.

# # #

Pagi ini aku tak berangkat sekolah karena semua badan ku panas.Mbak Gita tak membawa ku ke rumah sakit,katanya aku hanya demam Dasar jahat…! Fikirku dalam hati.

“Zi…tadi kamu ngeluarin darah ya …?”tanyanya.

“Nggak…!tadi kan aku sudah bilang, sakit lagi.”aku memegang perutku,dia hanya tersenyum.

“Kakak kok malah tersenyum sih,seneng lihat aku menderita…?”

“Zi,,,Zi,,,di sekolah kamu nggak ada pelajaran yang menerangkan tentang menstruasi ya…?”katanya sambil berjalan duduk di sampingku.

“Ni sana pakai di kamr mandi.”dia menyerahkan sebuah pembalut padaku.

“Apa…?jadi aku menstruasi kak?”tanyaku sambil memeluk Mbak Gita.

“Iya,sana pakai dulu nanti bocor lo…?”

“Iya iya kak…?”aku berjalan ke kamar mandi.

Aku sudah menstruasi…?Hore! Aku akan bercerita pada mama tentang ini,pasti dia akan gembira.Aku keluar dari kamar mandi,rasa panas ditubuhku hilang seketika.

“Kak mama senang tidak kalau dengar aku sudah men …?”tanyaku pada Mbak Gita

“Wah mama kamu akan bahagia jika kamu sudah beranjak dewasa,karena dalam kitab kalau seorang perempuan sudah menstruasi itu pertanda kalau sudah dewasa.”

“Oh ya?jadi aku nggak boleh kayak anak kecil lagi.”


“Dan satu lagi kamu sudah wajib solat lima waktu setiap hari.”

“Masak sih? Kalau aku nggak solat lima waktu gimana…?”

“Ya nanti kamu akan di siksa di akhirat nanti.”

“Oh ya, aku jadi takut deh…?”

“Makanya mulai saat ini kamu harus meniru kakak,contohnya kamu harus menutup aurat kamu dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali kedua talapak tangan dan muka kamu,setap malam kamu harus belajar mengaji dengan kakak.”Katanya panjang lebar.

“Tapi kak…?”

“Dan satu lagi dalam Al-Qur’an Allah melarang seorang anak perempuan bertingkah seperti laki-laki dan juga sebaliknya.”

“Jadi zizi nggak boleh kayak anak laki-laki….?”

“Yap kamu harus bertingkah seperti anak permpuan,kamu seorang perempuan muslim kan…?”

“Ok mulai sekarang aku akan seperti Mbak Gita,memakai jilbab,sholat lima waktu,dan lain-lain”Aku memeluk kakak q.

# # #

Hari demi hari kulalui,sekarang aku memakai baju dan rok panjang dan satu lagi aku memakai jilbab,memang pertama kali aku agak minder tapi karena sudah terbiasa dan respon dari temanku juga senang melihat aku berubah aku jadi PD.Apalagi Marvel dia malah memujiku kalau aku lebih cantik bila memakai jilbab.Aku malah tambah PD.

Malam ini Aku diajari belajar mengaji oleh kakak q,aku seneng banget ingin rasanya jika mama dan papa di rumah mungkin mereka akan senang melihat aku berubah.Tapi aku harus menunggu 3 bulan lagi untuk menunggu mama pulang dari luar negeri.

# # #

Tiga Bulan telah kulalui dengan hari hari yang seperti di pondok pesantren,berbagai macam ilmu tentang Syariat Islam telah aku pelajari dari Mbak Gita,dan sekarang aku sudah berbeda dari yang dulu aku beubah menjadi perempuan muslim yang feminim ini semua karena Mbak Gita.Makasih Mbak Gita kalau nggak ada akakk mungkin aku nggak akan seperti ini.dan hari ini Mamma akan pulang aku yakin mama akan kaget dengan perubahan ku yang dulunya tomboy nggak pakai jilbab nggak bisa ngaji nggak pernah solat menjadi kebalikannya.

Pagi ini aku bangun lebih awal aku ingin menjemput mama di airport.Setelah selesai mandi aku turun untuk ke ruang makan.Kulihat Mbak gita menangis sambil membawa Hp nya.

“Mbak nanti mama pulang kan…?”tanyaku mengagetkannya.

“Iya………”katanya sambil mengusap pipinya.

“Kakak nangis ya…?”

“Nggak kok kakak cuma senang akhirnya mama kamu pulang.”Mbak Gita berlari menuju kamar mandi.

“Mbak……?”teriak ku.

“Mbak nggak papa kamu masuk mobil dulu nanti kakak nyusul.”teriaknya dari dalam.

Aku keluar menuju garasi mobil,beberapa menit kemudian Mbak Gita keluar dia masuk kedalam mobil dan kami pun meluncur meninggalkan rumah.

“Mbak kita mau kemna…?”tanya ku ketika mobil berbelok kerumah sakit.

“Zi papa kamu kecelakaan.”kata mbak gita datar.

“Biarin saja,aku kan ingin menjemput mama mengapa mengurus papa.”ketusku.
“Zizi…?”kamu ingat kalau kamu seperti itu berarti kamu durhaka.”Mbak gita menasehati aku.

“Astaghfirullahal’adzim…?”aku beristighfar.

Kami pun turun dan berjalan menuju ruang UGD diman papa dirawat sampai disana papa terbaring lemah.

“Papa…?”aku memeluk papa.

“Sayang maafin papa ya…?”

“Kenapa papa jadi seperti ini…?”kulihat kaki ayah ku di amputasi.
“Ini semua petunjuk dari Allah.Sekarang kamu memakai jilbab ya,pasti mama kamu akan senanfg melihat kamu berubah .”katanya

“Sekarang Zizi berubah pa,berubah untuk papa dan mama,aku ingin papa dan mama bahagia melihat zizi berubah,Papa senang kan…?”

“Pasti sayang papa senang melihat kamu berubah,tapi papa tidak yakin kalau papa akan bertahan hidup.”

“papa jangan bilang gitu,aku yakin papa akan bertahan…?”aku memeluk papa erat.

Tiba-tiba tubuh papa melemas.

“Papa…?kenapa papa tinggalin Zizi…?disaat zizi sudah berubah papa malah pergi meninggalkan Zizi.”Tangisku meledak Mbak Gita menarik ku dari pelukan papa.

Aku menangis sekeras mungkin,tiba-tiba kulihat Marvel berjalan menuju kami.

“Mbak Gita bolehkah saya berbicaa dengan anda empat mata…?”

“Boleh .”Mbak Gita berdiri dan berbicara serius dengan Marvel.Kulihat Mbak Gita pingsan setelah mendengar sesuatu.Marvel membopong Mbak Gita ke dalam aku ikt kedalam.

“Marvel ada apa…?”tanyaku

“Zi…kamu jangan menangis,tadi mama kamu sudah pulang dari luar negri,ketika dia bertanya kenapa rumah kosong lalu kujawab kalu bapak kamu meninggal,dia menjerit dan pingsan ketika itu teman mama kamu memarahiku dia bilang mama kamu keluar negeri untu berobat karena dia mengidap kanker otak.lalu kami membawa mama kerumah sakit,”

“Lalu mana mama sekarang .”tanyaku tak sabar.

“Sekarang mama kamu diruang sebelah.”

“Antar aku bertemu mama.”

Kami berjalan sampai di tujuan aku melihat mama muntah darah.

“Mama……?”aku menubruk mama.

“Zizi sekarang kamu memakai jilbab ya…?mama senang sekali “

“Mama maafin Zizi kukira mama keluar negeri untuk bisnis,tapi ternyata mama berobat.”tangisku meledak.

“Mama tidak ingin kamu tahu kalau mama mengidap kanker.”

“tapi ma,,,?papa sudah meninggal dan hanya mama harapan Zizi jadi mama jangan meninggalkan Zizi ya…?”

“Ya mama janji sama Zizi.”

Tiba-tiba mama muntah darah.banyak suster yang masuk kedalam ruang.

“Mama ,,,,?”teriak ku.

Aku membaca surat yasin untuk mama.

Beberapa jam kemidian dokter yang memeriksa mama keluar.

“Dengan saudara Zizi.”

“Saya Dok ada apa…?”

“Mama kamu ingin berbicara dengan anda .”

Aku masuk kedalam kulihat mama tersenyum kepadaku.

“Ada apa ma…?”tanyaku

“Sekarang kamu sudah berubah menjadi anak yang baik,mama bahagia sekali.”

“Mama harus bertahan hidup,kita akan menjalani hidup bersama.”

“Maafkan mama sayang mungkin mama akan pergi tapi mama akan selalu ada di hati Zizi.”

“Aku ingin mama hidup itu saja.”

“Zizi kamu harus tabah mama akan pergi.”

Tiba – tiba mati lampu aku terkejut kontan aku langsung mengambil Hp ku untuk penerang tapi lampu keburu hidup lagi,Aku terkejut dan menjerit ketika mama sudah terbujur kaku.

“Mama…………!!!!”teriak ku.Marvel masuk kedalam dan berteriak memanggil suster.

“Suster suster…!”

Tapi tak satupun suster datang aku menangis tersedu sedu,



# # #

Pagi ini kabut membalut area pemakaman.Aku menangis di samping Mbak Gita.

“Sudah Zi,biarkan mama dan papa mu pergi.”

“Tapi Mbak,Zizi nggak bisa.”

“Mbak yahu,tapi kamu harus berusaha.Oh iya Zi,mama kamu titip surat ini padamu.”

“Mana….?”

Aku membaca surat itu dengan linangan air mata


Zizi

Sayang,mungkin ini surat kedua dan sekaligus terakhir dari mama
Mama yakin kamu akan tabah,ddulu mama menyuruh Mbak Gita
Menemanimu untuk 4 bulan tapi sekarang mama menyuruh nya untuk
menemanimu selamanya
Mungkin dulu mama meninggalkan mu untuk 4 bulan dan pergi keluar
Negeri tapi sekarang mama pergi untuk selamanya dan pergi dari luar Dunia.

Mama ingin setelah kamu lulus SMp kamu akn meneruskan di MA Brabu,dimana dulu mama juga mondok disitu,kamu mau kan memenuhi permintaan mama yang terakhir…?
Kamu sayang kan sama mama ?


Mama

“Aku akan menuruti permintaan mama aku janji ma……?”


THE END

Rabu, 10 Maret 2010

Perubahanku

Oleh Ainy Rosyidah

Suara kokok ayam jantan yang dengan PD nya membangunkan aku dari tidur nyenyak ku.Seperti biasa kudengar Ayah dan Ibu ku sudah mengoceh.”Papa yang tidak pernah mengurusi Zizi…!”Teriak mama dari bawah.”Mama kan ibunya,jadi mama yang wajib mengurusi Zizi di rumah…!”Balas ayah tak karuan sambil membanting pintu kamar.”Lalu apa yang papa kerjakan selama ini…?”Tangis mama meledak.”Papa kan mencari nafkah untuk kalian berdua ?”Teriak papa dari dalam.Selesai mandi aku turun,kulihat mama menangis di atas sofa,mama lalu mengusap air mata ketika melihat aku turun dari kamar.Beliau berjalan pelan menghampiriku di meja makan.”Sayang,nanti kamu berangkat sekolah sendiri ya…?Mama masih banyak kerjaan.”Katanya datar sambil duduk disampingku.”Bukannya setiap hari aku berangkat sekolah sendiri…?Mama tidak usah sok perhatian dengan Zizi deh.”Ketus ku sambil meninggalkan ruang makan.Aku berlari dan keluar dari rumah,Mama berlari mengejarku dia membawakan aku sebuah tempat makan kesukaanku.Tapi aku tak menggubrisnya aku berlari.Sampai di pintu gerbang aku melihat Marvel mengendarai sepeda motor barunya.”Vel aku ikut naik motor kamu za…?”teriak ku sambil melambaikan tangan.”Ayo…!”Dia berhenti di depanku,kulihat Mama masih berlari mengejarku tapi aku keburu meluncur meninggalkan rumah.

* * *

”Hari ini orang tua kamu berantem lagi ya…?”Tanya Marvel ketika sampai di depan pintu gerbang SMP Nusa Bangsa.”Ya,aku sebel setiap aku bangun dari tidur pasti yang aku dengar……”belum selesai aku berbicara Marvel sudah menyela.”Dengar papa dan mama kamu berantem ya…?”Jawabnya sok tahu.
“Sok tahu kamu,yang kudengar pertama kali itu kokok ayam jantan Mang Badrun lalu baru suara papa dan mama berantem.”SelorohkuKami berjalan menaiki tangga untuk masuk kekalas,kami memang satu kelas.KELAS UNGGULAN huruf itu terangkai dan tercentel didepan kelas kami.Bunyi bel masuk terdengar di gendang telingaku dan otomatis Marvel juga mendengar.”Selamat pagi murek-murek…?”salam guru dari Malaysia itu.”Selamat pagi Cek Guh…?”jawab ku dan teman – teman dengan menahan rasa tawa.

Kami memang sudah terbiasa apabila Pak Murokib yang mengajar dikelas kami,kami harus mengucapkan kata-kata salam seperti di Malaysia kalu tidak,mungkin kami disuruh menguras lautan,candanya waktu pertama dia mengajar kami.Begitu cepat pelajaran kulalui tiba-tiba bel pulang berbunyi,kami bersorak gembira.”Zi,kamu naik motor ku lagi tidak…?”tawar Marvel ketika aku keluar dari gerbang sekolah.”Memangnya boleh naik lagi za…?””Boleh kok.””Gratis nggak…?”tanya ku bercanda,dengan lagak tomboy aku naik di motornya.Kami meluncur meninggalkan sekolah. * * *

Sesampai didepan rumah ku aku turun,Marvel kutawari main dirumah tapi dia menolak.”Kenapa tidak mau…?”Tanya ku”Aku takut dengan papa kamu,nanti dia akan memasukkan aku kedalam penjara .””Memangnya salah kamu apa…?”
“Di tuduh mendekati anak perempuan semata wayang nya yang palin imyut…!”dia mencubit pipiku sambil meluncur meninggalkan aku yang terbengong.

Aku masuk kedalam rumah,dengan hati-hati aku membuka pintu agar tiada orang yang tahu kalau aku sudah pulang,sepi tiada orang Yes…?kataku dalam hati,sesampai aku berada di kamar aku langsung berganti pakaian.Aku turun dari kamar,lalu berjalan menuju meja makan.”Pasti mama belum masak,dia lebih mementingkan pekerjaan nya dari pada anaknya sendiri .”Ketusku sambil membanting sendok.

Aku berjalan keluar menuju rumah Marvel,ketika aku sampai didepan pintu gerbang rumah Marvel,tiba – tiba Ring tone Cinta Gila menjerit jerit di Ponsel ku.PAPA huruf itu tertulis dilayar Hp ku.“Ah…lagi-lagi papa…!”kumatikan Hp ku.dan kuteruskan masuk kedalam rumah Marvel,aku mengetuk pintu rumah.”Halo selamat sore.Any body home,,,?”teriak ku.”Eh…Zizi ngapain kamu kesini ?”Kata Marvel sambil membukakan pintu rumahnya.
“Tidak boleh ya…?”aku berjalan keluar,tapi Marvel menarik tangan ku.”Kata siapa …?ayo masuk…!””Aku bosen,di rumah tidak ada orang.”kuletakkan pantat di sofa empuk nya Marvel.
“Memangnya papa dan mama kamu mana…?”tanya Marvel sambil pergi kedalam ”Aku tidak tahu dan aku juga tidak ngurus, mau pergi mau mati EGP.”jawab ku ketus.“Kamu nggak boleh gitu Zi…?”
“Kamu nggak usah menasehati aku ya…?”
“OK aku minta maaf.”Sambungnya


* * *

Hari sudah menjelang sore tapi aku masih ada di rumah Marvel.“Bukannya aku mau ngusir kamu Zi…tapi aku mau pergi kerumah nenek aku,kamu pulang aja ya…?”Kata Marvel hati-hati tak mau membuat aku tersinggung.”Terserah kamu aja,aku juga mau pulang.”Aku beranjak pergi dari rumah Marvel.

Aku masuk kedalam rumah,rumah masih sepi aku tak tahu harus ngapain.Aku masuk kedalam dapur ingin memasak mie instant.Aku melihat secarik surat tertempel di dinding dapur lalu kuambil surat itu.

Untuk Zizi anak Mama
Sayang maafkan mama,mama ada urusan
diluar negeri mengurus bisnis.
kamu dirumah dengan Mbak Gita keponakan
mama,Mbak gita akan datang dari Banjar negara
nanti sore,jadi kamu tidak kesepian dirumah.
Apalagi papa kamu yang sok sibuk itu tidak dirumah
kamu tidak marah kan ama mama…?
Mungkin Mama disana cuma 3 bulan
Mbak Gita juga lagi libur 4 bulan untuk menggarap
Proposalnya.Mama akan merindukanmu selalu

Mama

Kusobek-sobek surat itu lalu aku keluar dari dapur.Aku masuk di kamar mandi ingin kencing.Kebiasaan ini sering terjadi,jika aku ingin menangis pasti aku kebelet pipis.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi aku bergegas lari kedepan kukira itu Marvel ternyata Mbak Gita yang feminim itu.Tapi walaupun dia maliter tapi dia itu lulusan pesantren nggak heran kalau dia pakai jilbab.
“Ini Zizi anak tomboy itu ya,bagaimana kabarnya…?”sapanya ketika kubukakan pintu.
“Mbak Gita ya…?”tanyaku datar
“Kok tahu kalau aku Mbak Gita…?”
“Ya tahulah dilihat dari penampilan kakak yang feminim udah tahu,selain itu mama udah bilang nanti kamu akan kesini .”kataku
“Aku tidak disuruh masuk toh…?”
“Oh lupa kak…?”aku menggaruk kepala ku yang tak gatal.

Aku membawakan kopernya masuk kedalam rumah, dan menunjukkan kamar nya.
”Ini kamar kakak, dan sampingnya itu kamarku.”Kataku
“Makasih ya Zizi…?”

Dia langsung masuk kedalam kamarnya.Kulihat tas Pink seperti punya Vivi temanku si Ratu dandan,Vivi selalu membawa tas itu ke sekolah untuk membawa Make upnya dan aku yakin itu pasti isinya Make up semua.
“Kak tas itu isinya Make up semua za,,,?”tanyaku sambil masuk kedalam kamarnya.
“Ya iyalah,kamu sendiri punya Make up tidak…?”Katanya sambil menaruh baju dan semua barangnya di almari baju.
“Ih… nggak level ya seorang Zizi pakai Make up…?”kataku sambil keluar dari kamarnya.

Malam beranjak datang,Mbak Gita mengajak ku jalan-jalan di Simpang Lima semarang.
“Zi kakak temeni jalan-jalan di Simpang Lima yuk…?”bujuknya sambil memberiku sebatang coklat Silver queen.
“Kakak tidak perlu nyogok,aku ingin menemani kakak dengan lapang dada kok…?”kataku sambil mengembalikan coklat itu di pangkuannya.

Kami berangkat pukul 08.00 setelah solat ‘isya’,kami berangkat dengan mobil Mbak Gita yang berwarna pink.Kami turun di depan sebuah mall terbesar di kota Semarang.
“Kamu kesini ama papa dan mama kamu sudah berapa kali …?”Tanya Mbak Gita tiba-tiba.
“Nggak pernah .”Jawab ku sambil mengalihkan pandangan ku ke sungai.
“Lho…!kamu kan anak Semarang kok nggak pernah kesini…?”katanya kaget.
“Memangnya kakak nggak tahu,Papa ama Mama slalu sibuk ngurusin bisnisnya dan nggak pernah ngurusin Zizi,apalagi ngajak Zizi jalan-jalan…!”Bentak ku sambil lari meninggalkan Mbak Gita.

Kulihat Mbak Gita mengejarku,tapi aku tak menggubrisnya aku terus berlari.Air mata tak bisa kubendung lagi,semua tertumpah ruah dipipiku,bedak tipis yang diolesi Mbak Gita di mukaku dengan paksa sebelum kesini,telah luntur gara-gara terguyur air mataku.
“Zi…tunggu …!”Teriak Mbak Gita.

Dia terus berlari mengejarku dan akhirnya aku tertangkap.
“Maafin kakak ya,kakak tidak bermaksud menyinggung perasaan kamu.”Katanya sambil mendekapku.
“Mama dan Papa tidak sayang ama Zizi…!Kakak tahu kan…?”
“Kakak tahu,tapi kamu jangan begitu aku yakin papa dan mama kamu sebenarnya sayang sama kamu.”dia melepaskan dekapan nya.
“Kenapa kakak bisa berbicara begitu…?”tanyaku.
“Sebelum mama mu pergi,beliau berkata padaku kalau dia ingin kamu berubah menjadi anak perempuan yang feminim tidak sepert ini.”katanya sambil menarik tangan ku.
“Benarakah …?”kataku tak percaya.
“Mungkin mama kamu akan senang bila kamu berubah menjadi feminim.”
“Masak sih…?”kataku sambil tersenyum.
“Nah gitu donk,senyum kan kelihatan manis.”

Akhirnya kami tak jadi nongkrong di Simpang Lima tapi kami pulang.Sampai dirumah Kak Gita berpesan pada ku untuk tidak membenci mama.Aku menyanggupinya,setelah itu aku tidur.

# # #

Pagi ini aku tak berangkat sekolah karena semua badan ku panas.Mbak Gita tak membawa ku ke rumah sakit,katanya aku hanya demam Dasar jahat…! Fikirku dalam hati.
“Zi…tadi kamu ngeluarin darah ya …?”tanyanya.
“Nggak…!tadi kan aku sudah bilang, sakit lagi.”aku memegang perutku,dia hanya tersenyum.
“Kakak kok malah tersenyum sih,seneng lihat aku menderita…?”
“Zi,,,Zi,,,di sekolah kamu nggak ada pelajaran yang menerangkan tentang menstruasi ya…?”katanya sambil berjalan duduk di sampingku.
“Ni sana pakai di kamr mandi.”dia menyerahkan sebuah pembalut padaku.
“Apa…?jadi aku menstruasi kak?”tanyaku sambil memeluk Mbak Gita.
“Iya,sana pakai dulu nanti bocor lo…?”
“Iya iya kak…?”aku berjalan ke kamar mandi.

Aku sudah menstruasi…?Hore! Aku akan bercerita pada mama tentang ini,pasti dia akan gembira.Aku keluar dari kamar mandi,rasa panas ditubuhku hilang seketika.
“Kak mama senang nggak kalau dengar aku sudah men …?”tanyaku pada Mbak Gita
“Wah mama kamu akan bahagia jika kamu sudah beranjak dewasa,karena dalam kitab kalau seorang perempuan sudah menstruasi itu pertanda kalau sudah dewasa.”
“Oh ya?jadi aku nggak boleh kayak anak kecil lagi.”
“Dan satu lagi kamu sudah wajib solat lima waktu setiap hari.”
“Masak sih? Kalau aku nggak solat lima waktu gimana…?”
“Ya nanti kamu akan di siksa di akhirat nanti.”
“Oh ya, aku jadi takut deh…?”
“Makanya mulai saat ini kamu harus meniru kakak,contohnya kamu harus menutup aurat kamu dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali kedua talapak tangan dan muka kamu,setap malam kamu harus belajar mengaji dengan kakak.”Katanya panjang lebar.
“Tapi kak…?”
“Dan satu lagi dalam Al-Qur’an Allah melarang seorang anak perempuan bertingkah seperti laki-laki dan juga sebaliknya.”
“Jadi zizi nggak boleh kayak anak laki-laki….?”
“Yap kamu harus bertingkah seperti anak permpuan,kamu seorang perempuan muslim kan…?”
“Ok mulai sekarang aku akan seperti Mbak Gita,memakai jilbab,sholat lima waktu,dan lain-lain”Aku memeluk kakak q.

# # #

Hari demi hari kulalui,sekarang aku memakai baju dan rok panjang dan satu lagi aku memakai jilbab,memang pertama kali aku agak minder tapi karena sudah terbiasa dan respon dari temanku juga senang melihat aku berubah aku jadi PD.Apalagi Marvel dia malah memujiku kalau aku lebih cantik bila memakai jilbab.Aku malah tambah PD.

Malam ini Aku diajari belajar mengaji oleh kakak q,aku seneng banget ingin rasanya jika mama dan papa di rumah mungkin mereka akan senang melihat aku berubah.Tapi aku harus menunggu 3 bulan lagi untuk menunggu mama pulang dari luar negeri.

# # #

Tiga Bulan telah kulalui dengan hari hari yang seperti di pondok pesantren,berbagai macam ilmu tentang Syariat Islam telah aku pelajari dari Mbak Gita,dan sekarang aku sudah berbeda dari yang dulu aku beubah menjadi perempuan muslim yang feminim ini semua karena Mbak Gita.Makasih Mbak Gita kalau nggak ada akakk mungkin aku nggak akan seperti ini.dan hari ini Mamma akan pulang aku yakin mama akan kaget dengan perubahan ku yang dulunya tomboy nggak pakai jilbab nggak bisa ngaji nggak pernah solat menjadi kebalikannya.

Pagi ini aku bangun lebih awal aku ingin menjemput mama di airport.Setelah selesai mandi aku turun untuk ke ruang makan.Kulihat Mbak gita menangis sambil membawa Hp nya.
“Mbak nanti mama pulang kan…?”tanyaku mengagetkannya.
“Iya………”katanya sambil mengusap pipinya.
“Kakak nangis ya…?”
“Nggak kok kakak cuma senang akhirnya mama kamu pulang.”Mbak Gita berlari menuju kamar mandi.
“Mbak……?”teriak ku.
“Mbak nggak papa kamu masuk mobil dulu nanti kakak nyusul.”teriaknya dari dalam.

Aku keluar menuju garasi mobil,beberapa menit kemudian Mbak Gita keluar dia masuk kedalam mobil dan kami pun meluncur meninggalkan rumah.

“Mbak kita mau kemna…?”tanya ku ketika mobil berbelok kerumah sakit.
“Zi papa kamu kecelakaan.”kata mbak gita datar.
“Biarin saja,aku kan ingin menjemput mama mengapa mengurus papa.”ketusku.
“Zizi…?”kamu ingat kalau kamu seperti itu berarti kamu durhaka.”Mbak gita menasehati aku.
“Astaghfirullahal’adzim…?”aku beristighfar.

Kami pun turun dan berjalan menuju ruang UGD diman papa dirawat sampai disana papa terbaring lemah.
“Papa…?”aku memeluk papa.
“Sayang maafin papa ya…?”
“Kenapa papa jadi seperti ini…?”kulihat kaki ayah ku di amputasi.
“Ini semua petunjuk dari Allah.Sekarang kamu memakai jilbab ya,pasti mama kamu akan senanfg melihat kamu berubah .”katanya
“Sekarang Zizi berubah pa,berubah untuk papa dan mama,aku ingin papa dan mama bahagia melihat zizi berubah,Papa senang kan…?”
“Pasti sayang papa senang melihat kamu berubah,tapi papa tidak yakin kalau papa akan bertahan hidup.”
“papa jangan bilang gitu,aku yakin papa akan bertahan…?”aku memeluk papa erat.

Tiba-tiba tubuh papa melemas.
“papa…?kenapa papa tinggalin Zizi…?disaat zizi sudah berubah papa malah pergi meninggalkan Zizi.”Tangisku meledak Mbak Gita menarik ku dari pelukan papa.

Aku menangis sekeras mungkin,tiba-tiba kulihat Marvel berjalan menuju kami.
“Mbak Gita bolehkah saya berbicaa dengan anda empat mata…?”
“Boleh .”Mbak Gita berdiri dan berbicara serius dengan Marvel.Kulihat Mbak Gita pingsan setelah mendengar sesuatu.Marvel membopong Mbak Gita ke dalam aku ikt kedalam.
“Marvel ada apa…?”tanyaku
“Zi…kamu jangan menangis,tadi mama kamu sudah pulang dari luar negri,ketika dia bertanya kenapa rumah kosong lalu kujawab kalu bapak kamu meninggal,dia menjerit dan pingsan ketika itu teman mama kamu memarahiku dia bilang mama kamu keluar negeri untu berobat karena dia mengidap kanker otak.lalu kami membawa mama kerumah sakit,”
“Lalu mana mama sekarang .”tanyaku tak sabar.
“Sekarang mama kamu diruang sebelah.”
“Antar aku bertemu mama.”

Kami berjalan sampai di tujuan aku melihat mama muntah darah.
“Mama……?”aku menubruk mama.
“Zizi sekarang kamu memakai jilbab ya…?mama senang sekali “
“Mama maafin Zizi kukira mama keluar negeri untuk bisnis,tapi ternyata mama berobat.”tangisku meledak.
“Mama tidak ingin kamu tahu kalau mama mengidap kanker.”
“tapi ma,,,?papa sudah meninggal dan hanya mama harapan Zizi jadi mama jangan meninggalkan Zizi ya…?”
“Ya mama janji sama Zizi.”

Tiba-tiba mama muntah darah.banyak suster yang masuk kedalam ruang.
“Mama ,,,,?”teriak ku.

Aku membaca surat yasin untuk mama.

Beberapa jam kemidian dokter yang memeriksa mama keluar.
“Dengan saudara Zizi.”
“Saya Dok ada apa…?”
“Mama kamu ingin berbicara dengan anda .”

Aku masuk kedalam kulihat mama tersenyum kepadaku.
“Ada apa ma…?”tanyaku
“Sekarang kamu sudah berubah menjadi anak yang baik,mama bahagia sekali.”
“Mama harus bertahan hidup,kita akan menjalani hidup bersama.”
“Maafkan mama sayang mungkin mama akan pergi tapi mama akan selalu ada di hati Zizi.”
“Aku ingin mama hidup itu saja.”
“Zizi kamu harus tabah mama akan pergi.”

Tiba – tiba mati lampu aku terkejut kontan aku langsung mengambil Hp ku untuk penerang tapi lampu keburu hidup lagi,Aku terkejut dan menjerit ketika mama sudah terbujur kaku.

“Mama…………!!!!”teriak ku.Marvel masuk kedalam dan berteriak memanggil suster.

“Suster suster…!”

Tapi tak satupun suster datang aku menangis tersedu sedu,



# # #

Pagi ini kabut membalut area pemakaman.Aku menangis di samping Mbak Gita.

“Sudah Zi,biarkan mama dan papa mu pergi.”

“Tapi Mbak,Zizi nggak bisa.”

“Oh iya Zi,mama kamu titip surat ini padamu.”

“Benarkah…?”

Aku membaca surat itu dengan linangan air mata


Zizi

Sayang mungkin ini surat kedua dan sekaligus terakhir dari mama
Mama yakin kamu akan tabah,ddulu mama menyuruh Mbak Gita
Menemanimu untuk 4 bulan tapi sekarang mama menyuruh nya untuk
menemanimu selamanya
Mungkin dulu mama meninggalkan mu untuk 4 bulan dan pergi keluar
Negeri tapi sekarang mama pergi untuk selamanya dan pergi dari luar Dunia.

Mama ingin setelah kamu lulus SMP kamu akn meneruskan di MA Brabu,dimana dulu mama juga mondok disitu,kamu mau kan memenuhi permintaan mama yang terakhir…?
Kamu sayang kan sama mama ?


Mama

“Aku akan menuruti permintaan mama aku janji ma……?”


THE END

Jumat, 26 Februari 2010

PACAR KU PACAR KA

KAK KU (REVISI)PACAR QYU PACAR KAKAK QYU (REVISI)
Malam ini Riko kekasihku mengajak ku dinner di café Puspa Indah,Riko sepakat akan menjemputku jam 08.00.

Sudah 2 minggu ini aku berhubungan dengannya tapi kakakku Lenita tak mengetahuinya karena aku belum bercerita padanya,bukannya aku tak mau bercerita dengannya tapi aku seperti tertahan oleh sesuatu untuk bercerita,tapi biarlah lama kelamaan kakak ku juga akan tahu sendiri.
Aku sudah Stand By di depan rumah menanti Riko,sebuah mobil silver masuk kedalam halaman rumah dan masuk ke garasi itu mobil kak Lenita,dia baru pulang dari kuliah,aku berjalan menghampirimpirinya.
“Met malam Kak…?”sapaku sambil membukakan pintu mobilnya,dia keluar membawa buku-buku tebalnya.
“Oh…adik ku,cantik sekali kamu,mau kemana ?”tanyanya“Aku mau pergi dengan teman ku makan malam.”jawabku sambil berjalan mengiringi langkah kakinya.
“Oh…ceritanya udah punya pacar nich…?”sindir kakak ku lalu dia masuk kedalam rumah bersamaan dengan datangnya Riko dengan mobil Jaguar Birunya,dia keluar menghampiriku.
“Wah…malam ini kamu cantik sekali,apalagi kamu memakai gaun merah tambah mempercantik dirimu.”pujanya sambil melihatku kagum.
“Oh ya…masak sich…?”kataku manja lalu,kami berjalan menuju mobilnya,mesin di hidupkan mobil itu meluncur membawa aku pergi dari rumah,sesampai di café kami mencari tempat duduk yang sepi dan romantis.kami berbincang-bincang dan memesan makan dan minum.

Setelah beberapa jam kami disitu aku mengajak Riko pulang,tapi dia menolak.lalu kubujuk dia dengan berbagai alasan dan akhirnya dia mau mengantarkan aku pulang.
Sinar sang Raja siang telah mengintipku dari celah-celah jendela,aku terbangun dan beranjak kekamar mandi dalam kamarku,setelah selesai mandi aku berganti pakaian sekolah,aku menuruni tangga menuju ruang makan disana kakak dan Bik Onah sudah duduk di depan meja makan siap menyantap makanan.
“Selamat pagi Karla…?ayo makan keburu siang nanti kamu terlambat sekolah lho…?”ajak kak Lenita aku berjalan menghampirinya.
“Wah…kak mana senwich ku kak?”tanyaku sambila duduk.
“Nih…cepat makan,nanti kamu nggak usah berangkat sekolah sendiri nanti kakak anter.”
“Ok Bozz…”jawabku sambil menyantap senwich isi selai kacang.
Setelah aku selesai makan aku berangkat sekolah diantar kakak,sesampai disekolah aku langsung turun dari mobil tanpa pamit pada kakakku.

Aku berjalan sampai didepan kelas,temanku Vionna menghampiriku.
“Gimana ngedetnya tadi malam…?”tanyanya.
“Ya gitu dech,aku diajak makan malam di café Puspa Indah.”jawabku.
“Wih…so sweet…”
“Biasa aja kale…!”aku berjalan menuju tempat duduk.

Tet…Tet…bel masuk berbunyi semua pelajaran hari ini telah aku tangkap dengan jaring otak ku.

Dan akhirnya bel pulang berbunyi,aku berjalan menuju pintu gerbang sekolah kulihat di depan situ ada mobil Riko telah menanti dari tadi.

“Kak Riko ngapain kesini…?”tanyaku

“Aku mau ajak kamu jalan,kenapa nggak boleh…?”

“Ya tapi jangan jemput aku disini aku malu ama temen-temen ku.”

“Kenapa malu,kamu malu punya pacar kayak aku…?”

“Ya nggak lah tapi aku takut teman-temanku melihat kamu lalu mereka pada naksir kamu lagi.”kataku sambil menariknya masuk kedalam mobil.

Setelah kami meluncur meninggalkan Sekalah ku aku diajak Riko ke sebuah tempat yang indah…banget aku terkagum disitu ada sebuah tulisan I LOVE U KARLA dari rangkaian bunga.
“Makasih ya Rik,kamu emang pacar aku yang paling baik dan romantis.”aku memeluknya.

”Masak cuma makasih…?”

”Lalu apa donk…?”tanyaku tak mengerti.

”Cium donk ?”dia memejamkan mata dan aku melayangkan cubitan di perutnya.
”Enak aja.”aku langsung berlari dan dia mengejarku.

Setelah itu aku pulang,sesampai di rumah kak Lenita belum pulang aku menawari Riko mampir tapi dia menolak.

Dia pergi ,aku menuju kamar untuk ganti pakaian setelah itu aku turun ke dapur untuk memesak mi instant,tapi bibik melarangku.

”Nggak usah non,biar Bik Onah yang membuat non tunggu saja sambil nonton TV atau baca majalah.”
”Ya udah lah,kasih telur ceplok ya…?”pesanku sambil meninggalkan Bik Onah di dapur.

kakakku pulang senyum-senyum sendiri aku tak tau apa yang terjadi tapi aku yakin dia sedang bahagia.

”Kak kenapa sih,kok senyum-senyum ndiri…?”tanyaku

”Kamu tahu nggak aku di tembak cowok.”lalu dia bersenandung lagu cinta sambil berdansa dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya.

Bik Onah yang datang membawakan aku mie malah bingung dengan tingkah lakunya.

”Ada apa dengan Non Lenita ya non…?”tanya Bik Onah.

”Aku juga nggak tahu bik,katanya sih dia baru di tembak ama cowok.”

”Hah…di tembak kok malah senyum-senyum,ayo kita telpon Tuan Wijaya dan kita laporkan ke kantor polisi.”

”Oalah bik…bik…dia itu jadian ama cowok ?”

”Oh,,,memangnya siapa cowok itu…?”

”Mana kutahu…mana mienya laper nih…?”

”Ini non,Bik Onah kedapur dulu ya…?”

Bik Onah pergi meninggalkan aku tiba-tiba Ring Tone Cinta gila UNGU menjerit-jerit di Hp ku.

ku ambil Hp di dalam saku celana ku,tertulis “Riko” dilayar Hp aku langsung meng OK.

”Ada apa Yang…?tumben telpon aku?”tanyaku

”Yang nanti malem aku nggak bisa jalan ama kamu “

”Kenapa emangnya…?”

”Aku harus mengantar ayah dan ibuku ke Rumah sakit,sorry ya hanny?”

”Ya nggak papa udah dulu ya…?”aku langsug menutup telpon.

setelah aku selesai makan aku berjalan menuju kamar kakak ku.

”Kakak…?”aku mencari kakak ku didalam kamar tapi dia tidak ada dimana ya…?lalu samara-samar kudengar suara kakak ku sedang bernyanyi didalam kamar mandi,aku menanti nya setelah dia selesai aku bertanya padanya.

”Kak,kakak mau kemana?”

”Ya mau pergi kencan lah…?”

”Ama cowok kakak ya…?”

”Ya ama pacar kakak lah…masak ama pacar kamu”

”Ya mungkin aja kakak ngrebut pacar Karla”canda ku.
”Enak aja emangnya nggak ada cowok lain.”

Setelah kakak sudah siap-siap dia turun dan keluar,aku ingin mengikutinya tapi aku tak ingin mengganggu romantisnya kakak ku,

Ku urungkan niatku aku menaiki tangga menuju kamar aku ingin menelpon Riko ah…?aku mengambil Hpku tapi kenapa semua ini bisa terjadi pulsa ku abiz,ya udah deh aku tidur aja.

Pagi telah menyambut diriku yang masih tidur,kakak ku membangunkanku,aku tersentak melihat kakak ku berpakaian sepert kuntil anak.

”Akh…kakak ini kan hari minggu aku nggak masuk sekolah.”aku menutup kembali slimut

”Eh…bangun,papa masuk rumah sakit…!”aku terperangah mendengarnya

”What…?papa masuk rumah sakit…?serius…?”

”Ya cepetan mandi,nanti kita ke rumah sakit.”kak Nita keluar dari kamar dan aku beranjak ke kamar mandi Setelah kami

sampai di rumah sakit tiba-tiba kak Nita mau kencing aku disuruh duluan ”Baiklah kak,tapi nanti cepetan pipisnya.”

Aku bertanya pada suster yang ada didepan ku.
”Mbak ruang Pak Sudarsono mana ya mbak…?”

”Mbak lurus aja dari sini nanti kalau ada ruang ICU langsung belok dan kamar ke-3 dari situ.”kata mbak itu panjang lebar

Aku berlari dan mengikuti route yang mbak tadi bilang setelah sampai dikamar papa aku langsung masuk

”Happy Birth Day………?”semua yang ada di dalam kamar menyanyikan lagu itu,aku terkejut ternyata aku ni dikerjain,uh……sebel amat gue.

”Ini semua rencana siapa…?”tanyaku marah

”Ini semua rencana papa,kemarin papa pulang ke Indonesia karena ingin memberi kamu kejutan ultah kamu yang ke 17,”kata ayah sambil menangis

”Papa kangen sekali sama Karla,Karla kangen papa juga kan…?”lanjutnya,tangisku meledak

”Papa……?”aku memeluk papa erat-erat.

Setelah itu aku dan papa dan yang lainnya pulang ke rumah,ketika sampai dirumah aku terkejut melihat sebuah bingkisan besar tercentel didepan pintu kamarku,langsung kubuka bingkisan itu sebuah gaun mirip punya ku,kutemukan scarik surat

Dear KarlaHanny met ultah yang ke 17 ya…?moga tambah cantik,imut,dan pinterSorry ya…aku nggak bisa ngucapin langsung ciz aku lagi sibuk Udah dulu za…bagus nggak gaunnya…?
Kututup surat itu dengan rasa kesal,kenapa dia nggak ikut merayakan ultahku…?

Saat ini aku sudah mengundang semua temanku untuk menghadiri ultah ku,tinggal menanti kariyawan papaku yang sedang mendekorasi ruang agar lebih indah.

Saat aku mencoba menghubungi Riko Hpnya nggak aktif lagi.
Kakak ku menghampiriku
”Ada apa Kar,kok cemberut ni kan hari ultah kamu ?”

”Ak u sebel ama pacarku dia nggak ikut ngrayain ultah ku,ku telfon nggak aktif,dan akhir-akhir ini dia menghilang entah kemana.”

Aku meninggalkan kakak ku terbengong dibawah.

Malam telah tiba aku juga tak bertemu dengan Riko,ketika sudah dimulai acara potong kue dia juga belum datang,aku ngambek dan berlari ke atas meninggalkan taman-teman ku.

Pada saat aku mau masuk kamar tiba-tiba mati lampu seketika aku langsung menjerit dan seperti ada tangan yang menarik tangan ku,setelah lampu sudah menyala aku terkejut.

”Riko… u kemana aja,akhir-akhir ini kamu menghilan nggak ada kabar.”aku memeluk Riko erat,

”Sorry ya yang aku Cuma ngerjain kamu wat kejutan ultah kamu.”

” Oh ya…?makasih ?”

”Ya udah yuk kita jalan-jalan .”

”Tapi papa kak Nita ama Yang lain gimna?”aku langsung ditarik dia.

kami lewat belakang tanpa sepengetahuan orang lain.

Paginya aku dimarahi papa karena menghilang pada saat acara ultah ku sendiri,aku menangis dan waktu itu tumben kakak ngajak aku jalan-jalan.”

Tumben banget sich kakak ngajak aku keluar…?”tanyaku memojok kan kak Nita.

”Aku mau minta bantuan ama kamu boleh nggak…?”

”Bantuin apa kak…?”

”kata teman-taman ku pacarku itu anak Play Boy,dan aku nggak yakin kalau dia itu sungguh-sungguh mencintaiku,tolong kamu ajak kenalan lewat Hp kamu tanya siapa namanya dan udah punya pacar belum…?”

”Sekarang kak…?”tanyaku mengambil Hp dalam Tas.

”Terserah kamu ja,sekarang boleh.”

”No. nya berapa…?””085787748248”katanya sambil pergi memesan minum untuk ku dan untuk nya.

Aku mulai mengotak atik Hp ku,tapi sebelumnya aku memakai kartu lain agar dia nggak curiga kalau ini no adiknya pacarnya ndiri,

Pertama aku bertanya siapa namanya dia menjawab Ferdi ,lalu aku mengajak kenalan dengannya aku menyamar menjadi Bella,dan yang terakhir kutanya dah pumya pacar lum dia menjawab belum,aku langsung kaget.

Ketika kakak ku datang aku takut mengatakannya tapi aku harus gimana lagi.

”Gimana Kar…?udah kamu tanya dia?”tanyanya

”Udah kak namanya Ferdi dan katanya lagi dia belum punya pacar.”

”What…dia emang play Boy”

”Tapi kak,aku belum yakin 100% kalau ini pacar kakak,aku puny aide gimana kalau kita ajak dia ketemuan sekarang disini.”

”Terserah kamu aja aku sudah yakin kalau itu dia.”

Aku langsung mengajaknya ketemuan dia sepakat memeakai baju putih dan celana pensil.
Setelah beberapa menit kemudian aku melihat Riko memakai baju putih dan celana pensil,tapi ketika aku ingin melambai kan tangan padanya,kakak ku berkata

”Tuch cowok ku “

“Apa…?Riko kekasih kak Nita”Kak dia itu pacarku,masak dia pacar kakak…?”aku mulai jengkel

”What…jadi slama ini Riko pacar kamu dan juga pacarku,dasar cowok kurang ajar “

”Ayo kak kita samperin tuch cowok!”Kami langsung bewrjalan membawa segelas air ditangan

”Eh dasar cowok kurang ajar!”serempak kami kami menam,par giliran di muka cowok yang penuh dengan jerawat itu.

Spontan dia kaget dan berlari mengejar kami sepertinya dia ingin minta maaf pada kami,tapi kami langsung kabur.

THE END

AKU BERPESAN JANGAN MUDAH DIKIBULIN AMA COWOK OK !!!!!!!
Diposkan oleh H4RiAn Rosyi di 21:24
6 komentar:

Rabu, 24 Februari 2010

PACAR QYU PACAR KAKAK QYU

Malam ini Riko kekasihku mengajak ku dinner di café Puspa Indah,Riko sepakat akan menjemputku jam 08.00.Sudah 2 minggu ini aku berhubungan dengannya tapi kakakku Lenita tak mengetahuinya karena aku belum bercerita padanya,bukannya aku tak mau bercerita dengannya tapi aku seperti tertahan oleh sesuatu untuk bercerita,tapi biarlah lama kelamaan kakak ku juga akan tahu sendiri.
Aku sudah Stand By di depan rumah menanti Riko,sebuah mobil silver masuk kedalam halaman rumah dan masuk ke garasi itu mobil kak Lenita,dia baru pulang dari kuliah,aku berjalan menghampirimpirinya.
“Met malam Kak…?”sapaku sambil membukakan pintu mobilnya,dia keluar membawa buku-buku tebalnya.
“Oh…adik ku,cantik sekali kamu,mau kemana ?”tanyanya
“Aku mau pergi dengan teman ku makan malam.”jawabku sambil berjalan mengiringi langkah kakinya.
“Oh…ceritanya udah punya pacar nich…?”sindir kakak ku lalau dia masuk kedalam rumah bersamaan dengan datangnya Riko dengan mobil Jaguar Birunya,dia keluar menghampiriku.
“Wah…malam ini kamu cantik sekali,apalagi kamu memakai gaun merah tambah mempercantik dirimu.”pujanya sambil melihatku kagum.
“Oh ya…masak sich…?”kataku manja lalu,kami berjalan menuju mobilnya,mesin di hidupkan mobil itu meluncur membawa aku pergi dari rumah,sesampai di café kami mencari tempat duduk yang sepi dan romantis,kami berbincang-bincang dan memesan makan dan minum.Setelah beberapa jam kami disitu aku mengajak Riko pulang,tapi dia menolak.lalu kubujuk dia dengan berbagai alasan dan akhirnya dia mau mengantarkan aku pulang.
Sinar sang Raja siang telah mengintipku dari celah-celah jendela,aku terbangun dan beranjak kekamar mandi dalam kamarku,setelah selesai mandi aku berganti pakaian sekolah,aku menuruni tangga menuju ruang makan disana kakak dan Bik Onah sudah duduk di depan meja makan siap menyantap makanan.
“Selamat pagi Karla…?ayo makan keburu siang nanti kamu terlambat sekolah lho…?”ajak kak Lenita aku berjalan menghampirinya.
“Wah…kak mana senwich ku kak?”tanyaku sambila duduk.
“Nih…cepat makan,nanti kamu nggak usah berangkat sekolah sendiri nanti kakak anter.”
“Ok Bozz…”jawabku sambil menyantap senwich isi kacang.
Setelah aku selesai makan aku berangkat sekolah diantar kakak,sesampai disekolah aku langsung turun dari mobil tanpa pamit pada kakakku.Aku berjalan sampai didepan kelas,temanku Vionna menghampiriku.
“Gimana ngedetnya tadi malam…?”tanyanya.
“Ya gitu dech,aku diajak makan malam di café Puspa Indah.”jawabku
“Wih…so sweet…”
“Biasa aja kale…!”aku berjalan menuju tempat duduk.Tet…Tet…bel masuk berbunyi semua pelajaran hari ini telah aku tangkap dengan jaring otak ku.Dan akhirnya bel pulang berbunyi,aku berjalan menuju pintu gerbang sekolah kulihat di depan situ ada mobil Riko telah menanti dari tadi.“Kak Riko ngapain kesini…?”tanyaku “Aku mau ajak kamu jalan,kenapa nggak boleh…?”“Ya tapi jangan jemput aku disini aku malu ama temen-temen ku.”“Kenapa malu,kamu malu punya pacar kayak aku…?”“Ya nggak lah tapi aku takut teman-temanku melihat kamu lalu mereka pada naksir kamu lagi.”kataku sambil menariknya masuk kedalam mobil.Setelah kami meluncur meninggalkan Sekalah ku aku diajak Riko ke sebuah tempat yang indah…banget aku terkagum disitu ada sebuah tulisan I LOVE U KARLA dari rangkaian bunga.
“Makasih ya Rik,kamu emang pacar aku yang paling baik dan romantis.”aku memeluknya ”Masak cuma makasih…?””Lalu apa donk…?”tanyaku tak mengerti”Lalu apa donk ?””Cium donk ?”dia memejamkan mata dan aku melayangkan cubitan di perutnya.”Enak aja.”aku langsung berlari dan dia mengejarku.Setelah itu aku pulang,sesampai di rumah kak Lenita belum pulang aku menawari Riko mampir tapi dia menolak.Dia pergi dan setelah itu aku menuju kamar untuk ganti pakaian setelah itu aku turun ke dapur untuk memesak mi instant,tapi bibik melarangku.”Nggak usah non,biar Bik Onah yang membuat non tunggu saja sambil nonton TV atau baca majalah.””Ya udah lah,kasih telur ceplok ya…?”pesanku sambil meninggalkan Bik Onah di dapur,kakakku pulang senyum-senyum sendiri aku tak tau apa yang terjadi tapi aku yakin dia sedang bahagia.”Kak kenapa sih,kok senyum-senyum ndiri…?”tanyaku ”Kamu tahu nggak aku di tembak cowok.”lalu dia bersenandung lagu cinta sambil berdansa dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya,Bik Onah yang datang membawakan aku mie malah bingung dengan tingkah lakunya.”Ada apa dengan Non Lenita ya non…?”tanya Bik Onah.”Aku juga nggak tahu bik,katanya sih dia baru di tembak ama cowok.””Hah…di tembak kok malah senyum-senyum,ayo kita telpon Tuan Wijaya dan kita laporkan ke kantor polisi.””Oalah bik…bik…dia itu jadian ama cowok ?””Oh,,,memangnya siapa cowok itu…?””Mana kutahu…mana mienya laper nih…?””Ini non,Bik Onah kedapur dulu ya…?”Bik Onah pergi meninggalkan aku tiba-tiba Ring Tone Cinta gila UNGU menjerit-jerit di Hp ku,ku ambil Hp di dalam saku celana ku,tertulis “Riko” dilayar Hp aku langsung meng OK.”Ada apa Yang…?tumben telpon aku?”tanyaku ”Yang nanti malem aku nggak bisa jalan ama kamu “”Kenapa emangnya…?””Aku harus mengantar ayah dan ibuku ke Rumah sakit,sorry ya hanny?””Ya nggak papa udah dulu ya…?”aku langsug menutup telpon,setelah aku selesai makan aku berjalan menuju kamar kakak ku.”Kakak…?”aku mencari kakak ku didalam kamar tapi dia tidak ada dimana ya…?lalu samara-samar kudengar suara kakak ku sedang bernyanyi didalam kamar mandi,aku menanti nya setelah dia selesai aku bertanya padanya.”Kak,kakak mau kemana?””Ya mau pergi kencan lah…?” ”Ama cowok kakak ya…?””Ya ama pacar kakak lah…masak ama pacar kamu””Ya mungkin aja kakak ngrebut pacar Karla”canda ku ”Enak aja emangnya nggak ada cowok lain.”Setelah kakak sudah siap-siap dia turun dan keluar,aku ingin mengikutinya tapi aku tak ingin mengganggu romantisnya kakak ku,ku urungkan niatku aku menaiki tangga menuju kamar aku ingin menelpon Riko ah…?aku mengambil Hpku tapi kenapa semua ini bisa terjadi pulsa ku abiz,ya udah deh aku tidur aja.Pagi telah menyambut diriku yang masih tidur,kakak ku membangunkanku,aku tersentak melihat kakak ku berpakaian sepert kuntil anak.”Akh…kakak ini kan hari minggu aku nggak masuk sekolah.”aku menutup kembali slimut”Eh…bangun,papa masuk rumah sakit…!”aku terperangah mendengarnya”What…?papa masuk rumah sakit…?serius…?””Ya cepetan mandi,nanti kita ke rumah sakit.”kak Nita keluar dari kamar dan aku beranjak ke kamar mandi Setelah kami sampai di rumah sakit tiba-tiba kak Nita mau kencing aku disuruh duluan ”Baiklah kak,tapi nanti cepetan pipisnya.”aku bertanya pada mbak penjaga.
”Mbak ruang Pak Sudarsono mana ya mbak…?””Mbak lurus aja dari sini nanti kalau ada ruang ICU langsung belok dan kamar ke-3 dari situ.”kata mbak itu panjang lebar aku berlari dan mengikuti route yang mbak tadi bilang setelah sampai dikamar papa aku langsung masuk”Happy Birth Day………?”semua yang ada di dalam kamar menyanyikan lagu itu,aku terkejut ternyata aku ni dikerjain,uh……sebel amat gue.”Ini semua rencana siapa…?”tanyaku marah”Ini semua rencana papa,kemarin papa pulang ke Indonesia karena ingin memberi kamu kejutan ultah kamu yang ke 17,”kata ayah sambil menangis”Papa kangen sekali sama Karla,Karla kangen papa juga kan…?”lanjutnya,tangisku meledak ”Papa……?”aku memeluk papa erat-erat.Setelah itu aku dan papa dan yang lainnya pulang ke rumah,ketika sampai dirumah aku terkejut melihat sebuah bingkisan besar tercentel didepan pintu kamarku,langsung kubuka bingkisan itu sebuah gaun mirip punya ku,kutemukan scarik surat Dear Karla
Hanny met ultah yang ke 17 ya…?moga tambah cantik,imut,dan pinterSorry ya…aku nggak bisa ngucapin langsung ciz aku lagi sibuk Udah dulu za…bagus nggak gaunnya…?
Kututup surat itu dengan rasa kesal,kenapa dia nggak ikut merayakan ultahku…?Saat ini aku sudah mengundang semua temanku untuk menghadiri ultah ku,tinggal menanti kariyawan papaku yang sedang mendekorasi ruang agar lebih indah.Saat aku mencoba menghubungi Riko Hpnya nggak aktif lagi.Kakak ku menghampiriku ”Ada apa Kar,kok cemberut ni kan hari ultah kamu ?””Ak u sebel ama pacarku dia nggak ikut ngrayain ultah ku,ku telfon nggak aktif,dan akhir-akhir ini dia menghilang entah kemana.”aku meninggalkan kakak ku terbengong dibawah.Malam telah tiba aku juga tak bertemu dengan Riko,ketika sudah dimulai acara potong kue dia juga belum datang,aku ngambek dan berlari ke atas meninggalkan taman-teman ku.Pada saat aku mau masuk kamar tiba-tiba mati lampu seketika aku langsung menjerit dan seperti ada tangan yang menarik tangan ku,setelah lampu sudah menyala aku terkejut.”Riko… u kemana aja,akhir-akhir ini kamu menghilan nggak ada kabar.”aku memeluk Riko erat,”Sorry ya yang aku Cuma ngerjain kamu wat kejutan ultah kamu.”” Oh ya…?makasih ?””Ya udah yuk kita jalan-jalan .””Tapi papa kak Nita ama Yang lain gimna?”aku langsung ditarik dia,kami lewat belakang tanpa sepengetahuan orang lain.Paginya aku dimarahi papa karena menghilang pada saat acara ultah ku sendiri,aku menangis dan waktu itu tumben kakak ngajak aku jalan-jalan.”Tumben banget sich kakak ngajak aku keluar…?”tanyaku memojok kan kak Nita.”Aku mau minta bantuan ama kamu boleh nggak…?””Bantuin apa kak…?””kata teman-taman ku pacarku itu anak Play Boy,dan aku nggak yakin kalau dia itu sungguh-sungguh mencintaiku,tolong kamu ajak kenalan lewat Hp kamu tanya siapa namanya dan udah punya pacar belum…?””Sekarang kak…?”tanyaku mengambil Hp dalam Tas.”Terserah kamu ja,sekarang boleh.””No. nya berapa…?””085787748248”katanya sambil pergi memesan minum untuk ku dan untuk nya.Aku mulai mengotak atik Hp ku,tapi sebelumnya aku memakai kartu lain agar dia nggak curiga kalau ini no adiknya pacarnya ndiri, pertama aku bertanya siapa namanya dia menjawab Ferdi ,lalu aku mengajak kenalan dengannya aku menyamar menjadi Bella,dan yang terakhir kutanya dah pumya pacar lum dia menjawab belum,aku langsung kaget ketika kakak ku datang aku takut mengatakannya tapi aku harus gimana lagi.”Gimana Kar…?udah kamu tanya dia?”tanyanya”Udah kak namanya Ferdi dan katanya lagi dia belum punya pacar.””What…dia emang play Boy””Tapi kak,aku belum yakin 100% kalau ini pacar kakak,aku puny aide gimana kalau kita ajak dia ketemuan sekarang disini.””Terserah kamu aja aku sudah yakin kalau itu dia.”Aku langsung mengajaknya ketemuan dia sepakat memeakai baju putih dan celana pensil.
Setelah beberapa menit kemudian aku melihat Riko memakai baju putih dan celana pensil,tapi ketika aku ingin melambai kan tangan padanya,kakak ku berkata ”Tuch cowok ku “Apa…?Riko kekasih kak Nita”Kak dia itu pacarku,masak dia pacar kakak…?”aku mulai jengkel”What…jadi slama ini Riko pacar kamu dan juga pacarku,dasar cowok kurang ajar “”Ayo kak kita samperin tuch cowok!”Kami langsung bewrjalan membawa segelas air doitangan ”Eh dasar cowok kurang ajar!”serempak kami kami menam,par giliran di muka cowok yang penuh dengan jerawat itu.Spontan dia kaget dan berlari mengejar kami sepertinya dia ingin minta maaf pada kami,tapi kami langsung kabur.
SELESAI AKU BERPESAN JANGAN MUDAH DIKIBULIN AMA COWOK OK !!!!!!!

WELCOME IN MY BLOG

Sorry ya aq nggak punya makan & minuman
tuk nyambut



kalian Tapi aku punya sesuatu tuk kalian Mau
lihat...?

AYOK.......Kebawah
terus.....





I LOVE LEMPOK CAMPUR

lempok campur tuch enak lhooo
Cobain yuk...!!! Kita bisa beli di warung warung seluruh Indonesia lho...!!